Anjuran 4 Amalan untuk Perempuan Haid saat Malam Lailatul Qadar

TERDAPAT banyak keutamaan bagi siapapun yang menghidupkan Malam Lailatul Qadar.

Pada malam lailatul qadar menyimpan banyak keberkahan karena malam tersebut lebih baik daripada 1000 bulan. Bagi siapapun yang beribadah di malam-malam terakhir bulan ramadhan, baik laki – laki atau perempuan.

Namun bagi perempuan yang sedang haid terdapat sedikit perbedaan saat beribadah dalam malam lailatul qadar.

Berikut anjuran amalan apa yang dapat dikerjakan oleh perempuan haid untuk memperoleh malam tersebut menurut situs Nu Online.

Dikutip dari sebuah tulisan berjudul “Apakah Wanita Haid Bisa Peroleh Keutamaan Lailatul Qadar?” karya KH Mahbub Maafi.

Dijelaskan, semua makhluk Tuhan yang ada dimuka bumi berhak mendapatkan keutaman malam lailatul qadar termasuk perempuan haid dan umat yang sedang tidur sekalipun.

Baca Juga :  Selamat Ultah, Minta Diundang Kalau Makan-makan, Ganjar: Duh Tanggal Tua

Pernyataan tersebut merupakan kutipan dari kitab Lathaiful Ma’arif, [Beirut: Dar Ibn Hazm], halaman 192 karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, yang berbunyi :

‎قَالَ جُوَيْبِرٌ : قُلْتُ لِلضَّحَّاكِ : أَرَأَيْتَ النُّفَسَاءَ وَ الْحَائِضَ وَ الْمُسَافِرَ وَ النَّائِمَ لَهُمْ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ نَصِيبٌ ؟ قَالَ : نَعَمْ كُلُّ مَنْ تَقَبَّلَ اللهُ عَمَلَهُ سَيُعْطِيهِ نَصِيبَهُ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Jubair berkata, ‘Aku pernah bertanya kepada Adh-Dhahhak, bagaimana pendapatmu mengenai wanita yang sedang nifas, haid, orang yang bepergian (musafir), dan orang tidur, apakah mereka bisa memperoleh bagian dari Lailatul Qadar?

Jawabnya, ya, mereka masih bisa memperoleh bagian. Setiap orang yang Allah swt menerima amalnya maka Allah swt akan memberikan bagiannya dari Lailatul Qadar”.

Baca Juga :  Percetakan Alquran Saudi Kepincut Mushaf Isyarat Indonesia

TERDAPAT banyak keutamaan bagi siapapun yang menghidupkan Malam Lailatul Qadar.

Pada malam lailatul qadar menyimpan banyak keberkahan karena malam tersebut lebih baik daripada 1000 bulan. Bagi siapapun yang beribadah di malam-malam terakhir bulan ramadhan, baik laki – laki atau perempuan.

Namun bagi perempuan yang sedang haid terdapat sedikit perbedaan saat beribadah dalam malam lailatul qadar.

Berikut anjuran amalan apa yang dapat dikerjakan oleh perempuan haid untuk memperoleh malam tersebut menurut situs Nu Online.

Dikutip dari sebuah tulisan berjudul “Apakah Wanita Haid Bisa Peroleh Keutamaan Lailatul Qadar?” karya KH Mahbub Maafi.

Dijelaskan, semua makhluk Tuhan yang ada dimuka bumi berhak mendapatkan keutaman malam lailatul qadar termasuk perempuan haid dan umat yang sedang tidur sekalipun.

Baca Juga :  MRP Siap Tindak Lanjuti Aspirasi Perempuan Papua

Pernyataan tersebut merupakan kutipan dari kitab Lathaiful Ma’arif, [Beirut: Dar Ibn Hazm], halaman 192 karya Ibnu Rajab Al-Hanbali, yang berbunyi :

‎قَالَ جُوَيْبِرٌ : قُلْتُ لِلضَّحَّاكِ : أَرَأَيْتَ النُّفَسَاءَ وَ الْحَائِضَ وَ الْمُسَافِرَ وَ النَّائِمَ لَهُمْ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ نَصِيبٌ ؟ قَالَ : نَعَمْ كُلُّ مَنْ تَقَبَّلَ اللهُ عَمَلَهُ سَيُعْطِيهِ نَصِيبَهُ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Jubair berkata, ‘Aku pernah bertanya kepada Adh-Dhahhak, bagaimana pendapatmu mengenai wanita yang sedang nifas, haid, orang yang bepergian (musafir), dan orang tidur, apakah mereka bisa memperoleh bagian dari Lailatul Qadar?

Jawabnya, ya, mereka masih bisa memperoleh bagian. Setiap orang yang Allah swt menerima amalnya maka Allah swt akan memberikan bagiannya dari Lailatul Qadar”.

Baca Juga :  Tata Cara Berwudhu saat Puasa Ramadan, Agar Tidak Membatalkan Puasa

Berita Terbaru

Artikel Lainnya