JAKARTA – Kanker adalah kondisi medis yang diakibatkan oleh perkembangan sel-sel yang abnormal di dalam tubuh. Penyakit kanker menjadi salah satu penyebab utama angka kematian di seluruh dunia yang dapat menyerang siapa saja tanpa melihat usia. Penyakit kanker sendiri dipicu oleh beragam faktor, yang mencakup aspek genetika atau keturunan, pola perilaku hidup, hingga jenis asupan nutrisi yang dikonsumsi setiap hari.
Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi jenis makanan tertentu memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko kanker akibat adanya kandungan senyawa bernama akrilamida.Â
Merujuk pada pemaparan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida didefinisikan sebagai senyawa kimia yang terbentuk secara organik pada bahan pangan ketika melalui proses pengolahan dengan temperatur tinggi, seperti pada metode pemanggangan atau penggorengan.
Akrilamida umumnya muncul pada produk pangan nabati yang memiliki kadar pati tinggi, terutama bila diproses pada suhu yang melebihi 180°C. Walaupun investigasi ilmiah masih terus berjalan, akrilamida telah dikategorikan sebagai karsinogen potensial bagi manusia. Maka dari itu banyak otoritas kesehatan dunia merekomendasikan masyarakat untuk membatasi konsumsinya.
JAKARTA – Kanker adalah kondisi medis yang diakibatkan oleh perkembangan sel-sel yang abnormal di dalam tubuh. Penyakit kanker menjadi salah satu penyebab utama angka kematian di seluruh dunia yang dapat menyerang siapa saja tanpa melihat usia. Penyakit kanker sendiri dipicu oleh beragam faktor, yang mencakup aspek genetika atau keturunan, pola perilaku hidup, hingga jenis asupan nutrisi yang dikonsumsi setiap hari.
Berbagai penelitian ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi jenis makanan tertentu memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko kanker akibat adanya kandungan senyawa bernama akrilamida.Â
Merujuk pada pemaparan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida didefinisikan sebagai senyawa kimia yang terbentuk secara organik pada bahan pangan ketika melalui proses pengolahan dengan temperatur tinggi, seperti pada metode pemanggangan atau penggorengan.
Akrilamida umumnya muncul pada produk pangan nabati yang memiliki kadar pati tinggi, terutama bila diproses pada suhu yang melebihi 180°C. Walaupun investigasi ilmiah masih terus berjalan, akrilamida telah dikategorikan sebagai karsinogen potensial bagi manusia. Maka dari itu banyak otoritas kesehatan dunia merekomendasikan masyarakat untuk membatasi konsumsinya.