Sering Dikonsumsi, Makanan Ini Disebut Berkaitan dengan Risiko Kanker

Dibawah ini adalah beberapa makanan yang seringkali menghasilkan kadar akrilamida tinggi dan berpotensi memicu timbulnya kanker

1. Aneka Gorengan

Produk seperti kentang goreng, keripik kentang, serta camilan ringan yang digoreng lainnya adalah penyumbang terbesar senyawa Akrilamida. Akrilamida tercipta saat kandungan gula alami pada kentang berinteraksi dengan asam amino dalam kondisi suhu panas yang ekstrem.

Semakin lama durasi pemasakan dan semakin gelap warna hasil gorengan atau panggangan, maka konsentrasi zat kimia di dalamnya akan semakin melonjak.Berdasarkan studi keamanan pangan, kadar akrilamida pada keripik kentang berada pada rentang 300 hingga lebih dari 2.000 µg/kg, sementara pada kentang goreng berkisar antara 200 hingga 700 µg/kg.

Baca Juga :  Akademisi Berharap Ada Penelitian Terkait Kapur Pemicu Kanker

Untuk meminimalisir risiko munculnya zat tersebut, metode mengolah yang disarankan ialah dengan merebus menggunakan air fryer, serta menghindari teknik penggorengan yang terlalu lama (overcooking).

2. Produk Biskuit dan Kue Kering Komersial

Produk biskuit dan kue kering pabrikan biasanya di proses dengan cara melakukan pemanggangan suhu tinggi. Selain mengandung akrilamida, produk-produk tersebut biasanya juga mengandung gula rafinasi dan bahan pengawet. Sebuah riset menunjukkan, kadar akrilamida dalam biskuit dapat mencapai 160 hingga 1.000 µg/kg. Tergantung pada komposisi bahan dan teknik pemanggangan yang diterapkan. Sebagai alternatif yang lebih sehat, bisa memilih biskuit buatan sendiri dengan tepung gandum utuh dan kadar gula rendah yang dipanggang dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Tiap Hari Makan Daun Singkong Membuat Kaki Tak Lagi Mampu Menahan Tubuh

3. Roti Bakar dan Roti Berwarna Kecokelatan

Tingkat kepekatan warna pada roti panggang menjadi indikator jumlah akrilamida yang terkandung di dalamnya. Warna cokelat yang sangat tua menjadi pertanda penggunaan suhu tinggi yang memicu pembentukan zat kimia tersebut secara masif. Sebaliknya, pemanggangan dengan warna yang lebih terang secara efektif dapat mengurangi risiko tersebut.

Kandungan akrilamida pada roti bakar berada antara 50 hingga 500 µg/kg, dengan kecenderungan angka lebih tinggi pada roti yang gosong atau sangat gelap. Memilih roti gandum utuh atau multigrain yang dipanggang secara perlahan merupakan opsi yang jauh lebih aman bagi tubuh.

Dibawah ini adalah beberapa makanan yang seringkali menghasilkan kadar akrilamida tinggi dan berpotensi memicu timbulnya kanker

1. Aneka Gorengan

Produk seperti kentang goreng, keripik kentang, serta camilan ringan yang digoreng lainnya adalah penyumbang terbesar senyawa Akrilamida. Akrilamida tercipta saat kandungan gula alami pada kentang berinteraksi dengan asam amino dalam kondisi suhu panas yang ekstrem.

Semakin lama durasi pemasakan dan semakin gelap warna hasil gorengan atau panggangan, maka konsentrasi zat kimia di dalamnya akan semakin melonjak.Berdasarkan studi keamanan pangan, kadar akrilamida pada keripik kentang berada pada rentang 300 hingga lebih dari 2.000 µg/kg, sementara pada kentang goreng berkisar antara 200 hingga 700 µg/kg.

Baca Juga :  Optimalisasi Pemenuhan Nutrisi dan Hidrasi Sehat, Agar Semangat Jalani Puasa

Untuk meminimalisir risiko munculnya zat tersebut, metode mengolah yang disarankan ialah dengan merebus menggunakan air fryer, serta menghindari teknik penggorengan yang terlalu lama (overcooking).

2. Produk Biskuit dan Kue Kering Komersial

Produk biskuit dan kue kering pabrikan biasanya di proses dengan cara melakukan pemanggangan suhu tinggi. Selain mengandung akrilamida, produk-produk tersebut biasanya juga mengandung gula rafinasi dan bahan pengawet. Sebuah riset menunjukkan, kadar akrilamida dalam biskuit dapat mencapai 160 hingga 1.000 µg/kg. Tergantung pada komposisi bahan dan teknik pemanggangan yang diterapkan. Sebagai alternatif yang lebih sehat, bisa memilih biskuit buatan sendiri dengan tepung gandum utuh dan kadar gula rendah yang dipanggang dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Bhayangkari Cabang Tolikara Jamin Tingkatkan Pelayanan Posyandu

3. Roti Bakar dan Roti Berwarna Kecokelatan

Tingkat kepekatan warna pada roti panggang menjadi indikator jumlah akrilamida yang terkandung di dalamnya. Warna cokelat yang sangat tua menjadi pertanda penggunaan suhu tinggi yang memicu pembentukan zat kimia tersebut secara masif. Sebaliknya, pemanggangan dengan warna yang lebih terang secara efektif dapat mengurangi risiko tersebut.

Kandungan akrilamida pada roti bakar berada antara 50 hingga 500 µg/kg, dengan kecenderungan angka lebih tinggi pada roti yang gosong atau sangat gelap. Memilih roti gandum utuh atau multigrain yang dipanggang secara perlahan merupakan opsi yang jauh lebih aman bagi tubuh.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya