Selain menimbulkan rasa sakit yang hebat, menurut Dr. Andy peradangan juga berpotensi memicu gejala sistemik seperti demam.Pasien juga sering mengalami hambatan dalam menggerakkan sendi mereka akibat akumulasi sel-sel imun yang sangat aktif dalam proses inflamasi tersebut.
Artritis Rematoid didefinisikan sebagai penyakit autoimun sistemik yang terus berkembang atau bersifat progresif, ciri dari kondisi ini yaitu peradangan jangka panjang yang menyerang beberapa sendi secara bersamaan.
Di tengah masyarakat, AR sering kali dikira sebagai penyakit asam urat biasa, tetapi di dunia medis, Artritis Rematoid memiliki mekanisme serangan dan dampak kerusakan yang sangat berbeda jauh dari asam urat.
Secara global, angka penderita AR diperkirakan telah mencapai lebih dari 21 juta orang di seluruh dunia. Sedangkan untuk konteks domestik, dari total populasi Indonesia yang berkisar di angka 270 juta jiwa, terdapat sekitar 360 ribu orang yang diestimasikan mengidap Artritis Rematoid.
Mengingat sifatnya yang sistemik, dampak dari Artritis Rematoid tidak hanya terkonsentrasi pada kerusakan sendi semata, penyakit tersebut memiliki potensi untuk memengaruhi organ dalam serta sistem tubuh lainnya secara keseluruhan. Oleh sebab itu, langkah deteksi sejak dini serta manajemen pengobatan yang akurat menjadi sangat vital demi menghindari komplikasi berat sekaligus menjaga kualitas hidup para penderitanya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Selain menimbulkan rasa sakit yang hebat, menurut Dr. Andy peradangan juga berpotensi memicu gejala sistemik seperti demam.Pasien juga sering mengalami hambatan dalam menggerakkan sendi mereka akibat akumulasi sel-sel imun yang sangat aktif dalam proses inflamasi tersebut.
Artritis Rematoid didefinisikan sebagai penyakit autoimun sistemik yang terus berkembang atau bersifat progresif, ciri dari kondisi ini yaitu peradangan jangka panjang yang menyerang beberapa sendi secara bersamaan.
Di tengah masyarakat, AR sering kali dikira sebagai penyakit asam urat biasa, tetapi di dunia medis, Artritis Rematoid memiliki mekanisme serangan dan dampak kerusakan yang sangat berbeda jauh dari asam urat.
Secara global, angka penderita AR diperkirakan telah mencapai lebih dari 21 juta orang di seluruh dunia. Sedangkan untuk konteks domestik, dari total populasi Indonesia yang berkisar di angka 270 juta jiwa, terdapat sekitar 360 ribu orang yang diestimasikan mengidap Artritis Rematoid.
Mengingat sifatnya yang sistemik, dampak dari Artritis Rematoid tidak hanya terkonsentrasi pada kerusakan sendi semata, penyakit tersebut memiliki potensi untuk memengaruhi organ dalam serta sistem tubuh lainnya secara keseluruhan. Oleh sebab itu, langkah deteksi sejak dini serta manajemen pengobatan yang akurat menjadi sangat vital demi menghindari komplikasi berat sekaligus menjaga kualitas hidup para penderitanya. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos