AI tidak bekerja dari empati yang lahir dari pengalaman manusia, melainkan berdasarkan pola data dan algoritma. AI mungkin dapat memberikan saran umum ataupun membantu pengguna merumuskan perasaan, namun ia tidak bisa menangkap konteks emosional secara mendalam. Dalam kasus tertentu, terutama yang berkaitan dengan gangguan mental yang serius, peran tenaga profesional tetap tidak tergantikan.
Fenomena curhat ke AI menunjukkan bahwa anak muda membutuhkan ruang aman untuk bercerita tanpa takut dihakimi. AI mungkin dapat menjadi teman bicara sementara, namun hubungan manusia tetap memiliki peran penting dalam membangun kesehatan mental yang berkelanjutan. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
AI tidak bekerja dari empati yang lahir dari pengalaman manusia, melainkan berdasarkan pola data dan algoritma. AI mungkin dapat memberikan saran umum ataupun membantu pengguna merumuskan perasaan, namun ia tidak bisa menangkap konteks emosional secara mendalam. Dalam kasus tertentu, terutama yang berkaitan dengan gangguan mental yang serius, peran tenaga profesional tetap tidak tergantikan.
Fenomena curhat ke AI menunjukkan bahwa anak muda membutuhkan ruang aman untuk bercerita tanpa takut dihakimi. AI mungkin dapat menjadi teman bicara sementara, namun hubungan manusia tetap memiliki peran penting dalam membangun kesehatan mental yang berkelanjutan. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q