DPR Desak Penundaan Impor 105 Ribu Pikap Kopdes Merah Putih

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Saleh Husin menyebut impor kendaraan utuh tidak sejalan dengan visi hilirisasi dan industrialisasi pemerintahan saat ini. “Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif nasional yang sedang berkembang,” tegas Saleh.

Sikap serupa disampaikan Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO). Ketua PIKKO Rosalina Faried memperingatkan bahwa impor kendaraan utuh akan berdampak langsung pada sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen. Saat ini, utilisasi industri otomotif nasional masih berada di kisaran 60–70 persen.

“Seharusnya ini menjadi ceruk bisnis bagi industri otomotif dan komponen lokal. Kemampuan kita sudah sangat mumpuni,” ujarnya.

Baca Juga :  Penyerapan Anggaran Pemkot Jayapura Baru Capai 50,38 Persen

Dari sisi pemerintah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia telah mampu memproduksi kendaraan pikap secara mandiri. Ia menyebut kapasitas industri kendaraan niaga nasional sangat signifikan dan belum dimanfaatkan optimal.

Sebagai ilustrasi, jika kebutuhan sekitar 70.000 unit pikap dipenuhi dari produksi dalam negeri, dampak ekonomi ke belakang diperkirakan mencapai Rp27 triliun. Efek tersebut mencakup industri ban, kaca, baterai, logam, plastik, hingga elektronik. Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyatakan industri nasional siap memenuhi kebutuhan kendaraan komersial domestik, meskipun memerlukan waktu produksi yang memadai. (jpc/ant)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  KUA-PPAS RAPBD Provinsi Papua Tahun 2025 Disepakati

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Saleh Husin menyebut impor kendaraan utuh tidak sejalan dengan visi hilirisasi dan industrialisasi pemerintahan saat ini. “Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif nasional yang sedang berkembang,” tegas Saleh.

Sikap serupa disampaikan Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO). Ketua PIKKO Rosalina Faried memperingatkan bahwa impor kendaraan utuh akan berdampak langsung pada sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen. Saat ini, utilisasi industri otomotif nasional masih berada di kisaran 60–70 persen.

“Seharusnya ini menjadi ceruk bisnis bagi industri otomotif dan komponen lokal. Kemampuan kita sudah sangat mumpuni,” ujarnya.

Baca Juga :  Penyerapan Anggaran Pemkot Jayapura Baru Capai 50,38 Persen

Dari sisi pemerintah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia telah mampu memproduksi kendaraan pikap secara mandiri. Ia menyebut kapasitas industri kendaraan niaga nasional sangat signifikan dan belum dimanfaatkan optimal.

Sebagai ilustrasi, jika kebutuhan sekitar 70.000 unit pikap dipenuhi dari produksi dalam negeri, dampak ekonomi ke belakang diperkirakan mencapai Rp27 triliun. Efek tersebut mencakup industri ban, kaca, baterai, logam, plastik, hingga elektronik. Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyatakan industri nasional siap memenuhi kebutuhan kendaraan komersial domestik, meskipun memerlukan waktu produksi yang memadai. (jpc/ant)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik

Berita Terbaru

Artikel Lainnya