Thursday, February 26, 2026
26.3 C
Jayapura

DPR Desak Penundaan Impor 105 Ribu Pikap Kopdes Merah Putih

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Saleh Husin menyebut impor kendaraan utuh tidak sejalan dengan visi hilirisasi dan industrialisasi pemerintahan saat ini. “Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif nasional yang sedang berkembang,” tegas Saleh.

Sikap serupa disampaikan Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO). Ketua PIKKO Rosalina Faried memperingatkan bahwa impor kendaraan utuh akan berdampak langsung pada sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen. Saat ini, utilisasi industri otomotif nasional masih berada di kisaran 60–70 persen.

“Seharusnya ini menjadi ceruk bisnis bagi industri otomotif dan komponen lokal. Kemampuan kita sudah sangat mumpuni,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Biak Numfor Selesaikan Penyempurnaan Raperda APBD 2025

Dari sisi pemerintah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia telah mampu memproduksi kendaraan pikap secara mandiri. Ia menyebut kapasitas industri kendaraan niaga nasional sangat signifikan dan belum dimanfaatkan optimal.

Sebagai ilustrasi, jika kebutuhan sekitar 70.000 unit pikap dipenuhi dari produksi dalam negeri, dampak ekonomi ke belakang diperkirakan mencapai Rp27 triliun. Efek tersebut mencakup industri ban, kaca, baterai, logam, plastik, hingga elektronik. Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyatakan industri nasional siap memenuhi kebutuhan kendaraan komersial domestik, meskipun memerlukan waktu produksi yang memadai. (jpc/ant)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Sekwan Sesalkan Rencana Lelang 90 Kendaraan Dinas DPRP 

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Saleh Husin menyebut impor kendaraan utuh tidak sejalan dengan visi hilirisasi dan industrialisasi pemerintahan saat ini. “Mengimpor mobil CBU sama saja dengan membunuh industri otomotif nasional yang sedang berkembang,” tegas Saleh.

Sikap serupa disampaikan Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO). Ketua PIKKO Rosalina Faried memperingatkan bahwa impor kendaraan utuh akan berdampak langsung pada sekitar 6.000 tenaga kerja di sepanjang rantai pasok industri komponen. Saat ini, utilisasi industri otomotif nasional masih berada di kisaran 60–70 persen.

“Seharusnya ini menjadi ceruk bisnis bagi industri otomotif dan komponen lokal. Kemampuan kita sudah sangat mumpuni,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukung Pengembangan Koperasi, Dinas Koperasi Bangun 3 Gedung Galeri

Dari sisi pemerintah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Indonesia telah mampu memproduksi kendaraan pikap secara mandiri. Ia menyebut kapasitas industri kendaraan niaga nasional sangat signifikan dan belum dimanfaatkan optimal.

Sebagai ilustrasi, jika kebutuhan sekitar 70.000 unit pikap dipenuhi dari produksi dalam negeri, dampak ekonomi ke belakang diperkirakan mencapai Rp27 triliun. Efek tersebut mencakup industri ban, kaca, baterai, logam, plastik, hingga elektronik. Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyatakan industri nasional siap memenuhi kebutuhan kendaraan komersial domestik, meskipun memerlukan waktu produksi yang memadai. (jpc/ant)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Gudang Peluru TNI Terbakar, 135 KK Diungsikan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya