JAKARTA-Dari total 10 korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Tim DVI menuntaskan identifikasi 7 jenazah korban. Sedangkan 3 jenazah lainnya sudah berhasil diidentifikasi lebih dulu. Pada Sabtu (24/1), Kabid Dokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Muhammad Haris pun mengungkap secara lengkap hasil identifikasi tersebut.
Kombes Haris menyampaikan bahwa pihaknya menerima 7 bodypack atau kantong jenazah korban dari Tim SAR Gabungan pada Jumat (23/1). Seluruh jenazah itu diterima oleh Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro dari Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sekitar pukul 14.40 WITA. Setelah itu, pihaknya langsung melakukan identifikasi.
”Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel didukung oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Pusiden Polri, Tim Iden Polda Sulsel, dan Fakultas Kedokteran Unhas telah menerima kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi,” imbuhnya.
Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu pun mengungkap secara detail hasil identifikasi 7 kantong jenazah tersebut. Berikut riciannya:
Kantong jenazah nomor PM 62 B.05 cocok dengan data antemortem nomor 008 dan teridentifikasi sebagai Yoga Nauval Prakoso. Salah seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu teridentifikasi dari sidik jari, properti, dan ciri medis.
Kantong jenazah nomor PM 62 B.06 dan PM 62B.03 cocok dengan data antemortem nomor 003. Jenazah itu teridentifikasi sebagai kru Pesawat ATR 42-500 atas nama Hariyadi. Korban teridentifikasi dari sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
JAKARTA-Dari total 10 korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500, Tim DVI menuntaskan identifikasi 7 jenazah korban. Sedangkan 3 jenazah lainnya sudah berhasil diidentifikasi lebih dulu. Pada Sabtu (24/1), Kabid Dokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) Kombes Muhammad Haris pun mengungkap secara lengkap hasil identifikasi tersebut.
Kombes Haris menyampaikan bahwa pihaknya menerima 7 bodypack atau kantong jenazah korban dari Tim SAR Gabungan pada Jumat (23/1). Seluruh jenazah itu diterima oleh Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro dari Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii sekitar pukul 14.40 WITA. Setelah itu, pihaknya langsung melakukan identifikasi.
”Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel didukung oleh Tim DVI Pusdokkes Polri, Tim Pusiden Polri, Tim Iden Polda Sulsel, dan Fakultas Kedokteran Unhas telah menerima kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi,” imbuhnya.
Perwira menengah Polri dengan tiga kembang di pundak itu pun mengungkap secara detail hasil identifikasi 7 kantong jenazah tersebut. Berikut riciannya:
Kantong jenazah nomor PM 62 B.05 cocok dengan data antemortem nomor 008 dan teridentifikasi sebagai Yoga Nauval Prakoso. Salah seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu teridentifikasi dari sidik jari, properti, dan ciri medis.
Kantong jenazah nomor PM 62 B.06 dan PM 62B.03 cocok dengan data antemortem nomor 003. Jenazah itu teridentifikasi sebagai kru Pesawat ATR 42-500 atas nama Hariyadi. Korban teridentifikasi dari sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.