Tuesday, February 24, 2026
25.2 C
Jayapura

Mayoritas Publik Tak Setuju Indonesia Gabung Board of Peace BoP Trump

JAKARTA– Indonesia secara resmi sudah bergabung dalam keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Indonesia berkomitmen mengirim ribuan pasukan perdamaian ke Gaza serta membayar iuran sekitar USD 1 miliar atau setara Rp 17 triliun.

Kebijakan ini memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. Pemerintah beralasan partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian bertujuan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun menyampaikan, pihaknya melakukan survei untuk memetakan opini publik, khususnya di kalangan pengguna media sosial.

“Untuk memperoleh peta opini publik, khususnya pengguna media sosial, Median melakukan survei terkait ini,” kata Rico Marbun dalam paparan hasil survei bertajuk Persepsi Publik Terhadap Keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), Senin (23/2).

Baca Juga :  Ratusan Botol Miras Ilegal Dimusnahkan

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 78,8 persen responden mengetahui adanya Dewan Perdamaian atau Board of Peace dengan berbagai tingkat kesadaran (awareness). Namun dari jumlah tersebut, hanya 31,2 persen yang mengetahui secara detail.

“Sementara 47,6 persen tahu atau pernah mendengar, tetapi tidak mengetahui detailnya,” jelas Rico. Survei juga menunjukkan bahwa 50,4 persen responden tidak setuju Indonesia bergabung dengan Board of Peace.

Sedangkan 34,8 persen menyatakan setuju, dan 14,8 persen belum menentukan sikap. Selain itu, 66,2 persen responden mengaku khawatir keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace akan melemahkan perjuangan Indonesia untuk Palestina. Sementara itu, 20,5 persen menyatakan tidak khawatir.

JAKARTA– Indonesia secara resmi sudah bergabung dalam keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Indonesia berkomitmen mengirim ribuan pasukan perdamaian ke Gaza serta membayar iuran sekitar USD 1 miliar atau setara Rp 17 triliun.

Kebijakan ini memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. Pemerintah beralasan partisipasi Indonesia dalam Dewan Perdamaian bertujuan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun menyampaikan, pihaknya melakukan survei untuk memetakan opini publik, khususnya di kalangan pengguna media sosial.

“Untuk memperoleh peta opini publik, khususnya pengguna media sosial, Median melakukan survei terkait ini,” kata Rico Marbun dalam paparan hasil survei bertajuk Persepsi Publik Terhadap Keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), Senin (23/2).

Baca Juga :  Ratusan Botol Miras Ilegal Dimusnahkan

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 78,8 persen responden mengetahui adanya Dewan Perdamaian atau Board of Peace dengan berbagai tingkat kesadaran (awareness). Namun dari jumlah tersebut, hanya 31,2 persen yang mengetahui secara detail.

“Sementara 47,6 persen tahu atau pernah mendengar, tetapi tidak mengetahui detailnya,” jelas Rico. Survei juga menunjukkan bahwa 50,4 persen responden tidak setuju Indonesia bergabung dengan Board of Peace.

Sedangkan 34,8 persen menyatakan setuju, dan 14,8 persen belum menentukan sikap. Selain itu, 66,2 persen responden mengaku khawatir keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace akan melemahkan perjuangan Indonesia untuk Palestina. Sementara itu, 20,5 persen menyatakan tidak khawatir.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya