Friday, January 23, 2026
26.9 C
Jayapura

KPK Ngegas!

Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Terjaring OTT

JAKARTA- Para pejabat tanah air harus benar-benar bekerja sesuai jalur. Pasalnya, meleng sedikit bisa saja terlibat tindak pidana korupsi. Potensi ini sejatinya sudah dibaca sejak awal oleh KPK sehingga itulah tidak jarang publik disajikan operasi tangkap tangan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampaknya tengah ngegas. Menangkap para pejabat yang memang memiliki niat jahat melakukan korupsi. Seperti operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati Sudewo, pada Senin (19/1). Sudewo saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif. “Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangkap di Pati adalah saudara SDW,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Senin (19/1).

Baca Juga :  Bahlil: UU Cipta Kerja Diapresiasi Pengusaha Amerika Serikat

Budi mengungkapkan, Sudewo tengah menjalani pemeriksaan secara intensif oleh tim penindakan KPK. Pemeriksaan itu dilakukan di Polres Kudus, Jawa Tengah. “Saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus,” tegasnya. Meski demikian, KPK belum mengungkap secara rinci barang bukti serta pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. KPK memiliki waktu 1×24 jam dalam menentukan status hukum terhadap Sudewo dan pihak lainnya.

Operasi tangkap tangan ini dilakukan bersamaan dengan giat penindakan di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur. Saat ini, mereka yang diamankan tengah dalam pemeriksaan intensif KPK. Sementara operasi serupa juga dilakukan terhadap Wali Kota Madiun, Jawa Timur, Maidi. Operasi tangkap tangan itu turut mengamankan total 15 orang di wilayah Madiun.

Baca Juga :  Lukas Enembe Tulis Surat untuk KPK “Kasur Saya Tipis”

Namun, dalam pemeriksaan awal di Madiun, tim penindakan KPK hanya membawa sembilan orang ke Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sebanyak sembilan orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Senin (19/1).

Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Terjaring OTT

JAKARTA- Para pejabat tanah air harus benar-benar bekerja sesuai jalur. Pasalnya, meleng sedikit bisa saja terlibat tindak pidana korupsi. Potensi ini sejatinya sudah dibaca sejak awal oleh KPK sehingga itulah tidak jarang publik disajikan operasi tangkap tangan.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampaknya tengah ngegas. Menangkap para pejabat yang memang memiliki niat jahat melakukan korupsi. Seperti operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati Sudewo, pada Senin (19/1). Sudewo saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif. “Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangkap di Pati adalah saudara SDW,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Senin (19/1).

Baca Juga :  Beri Semangat, Dandim 1702/JWY Pimpin Upacara Bendera Hari Senin

Budi mengungkapkan, Sudewo tengah menjalani pemeriksaan secara intensif oleh tim penindakan KPK. Pemeriksaan itu dilakukan di Polres Kudus, Jawa Tengah. “Saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus,” tegasnya. Meski demikian, KPK belum mengungkap secara rinci barang bukti serta pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. KPK memiliki waktu 1×24 jam dalam menentukan status hukum terhadap Sudewo dan pihak lainnya.

Operasi tangkap tangan ini dilakukan bersamaan dengan giat penindakan di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur. Saat ini, mereka yang diamankan tengah dalam pemeriksaan intensif KPK. Sementara operasi serupa juga dilakukan terhadap Wali Kota Madiun, Jawa Timur, Maidi. Operasi tangkap tangan itu turut mengamankan total 15 orang di wilayah Madiun.

Baca Juga :  Akhirnya Setujui Pemindahan  75 ASN ke PPS

Namun, dalam pemeriksaan awal di Madiun, tim penindakan KPK hanya membawa sembilan orang ke Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sebanyak sembilan orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Wali Kota Madiun,” kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Senin (19/1).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya