Tuesday, January 20, 2026
26.1 C
Jayapura

Sosok Polisi Bhabinkamtimas yang Jadi “Lentera” di Kampung Terapung

Melihat Aktifitas Aipda Imron, Pendiri Perpustakaan Terapung di Kampung Enggros

Aipda Imron adalah polisi yang bertugas sebagai Polisi Bhabinkamtibmas Kampung Enggros. Di balik seragamnya, ada sosok “guru” bagi anak-anak Kampung Enggros.

Laporan_Erianto-Jayapura

Selasa siang, (13/1), sekira pukul 15.00 WIT. Matahari masih panas-panasnya, aroma khas hutan bakau yang pekat menyambut siapa saja yang berpijak di Dermaga Kampung Tobati, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.

Di antara riak air teluk, sebuah longboat berwarna kuning-hitam bersandar tenang di dermaga. Diatasnya, berdiri tegap seorang pria berseragam polisi lengkap dengan baretnya. Ia adalah Aipda Imron Kurniawan. Polisi Bhabinkamtibmas Kampung Enggros.

Siang itu, Imron bersama dua rekan sejawatnya tiba di dermaga, lima anak SMP yang baru saja pulang sekolah sudah menanti di tepi dermaga. Begitu perahu sepanjang 10 meter itu merapat, tanpa ragu mereka melompat naik.

Baca Juga :  Saling Maaf-Memaafkan, Dilanjutkan dengan Budaya Bakar Batu

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di atas air di tengah teluk Youtefa Kota Jayapura. Setelah 8 menit, akhirnya perahu motor melintas di Kampung Enggros. Imron disambut teriakan anak-anak yang secara kebetulan ada di depan rumah saat perahu melintas.

Mereka berlari di atas jembatan papan dengan kaki kosong menuju dermaga kecil yang berada di samping Kantor Kampung Enggros. Perahu motor pun sandar, PS. Kasubnit Lidik Unit Gakkum Sat Polair Polresta Jayapura Kota itu disambut 3 anak-anak. Imron menuju sebuah bangunan kayu berukuran 8×10 meter. Bangunan berada tepat di samping Kantor Kampung Enggros. Catnya berwarna biru dengan beratap seng.

Baca Juga :  Ditpolair Polda Papua Bantu Pasang Pipa Bawah Laut ke Enggros

Di dinding depan tertempel plat bertuliskan “Perpustakaan Terapung”. Sesuai namanya, Perpustakaan ini dibangun di atas permukaan air laut. Begitu pintu dibuka, aroma kertas dan kayu menyatu. Buku-buku tersusun rapi di meja. Ada juga buku di bawah lantai papan.

Melihat Aktifitas Aipda Imron, Pendiri Perpustakaan Terapung di Kampung Enggros

Aipda Imron adalah polisi yang bertugas sebagai Polisi Bhabinkamtibmas Kampung Enggros. Di balik seragamnya, ada sosok “guru” bagi anak-anak Kampung Enggros.

Laporan_Erianto-Jayapura

Selasa siang, (13/1), sekira pukul 15.00 WIT. Matahari masih panas-panasnya, aroma khas hutan bakau yang pekat menyambut siapa saja yang berpijak di Dermaga Kampung Tobati, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.

Di antara riak air teluk, sebuah longboat berwarna kuning-hitam bersandar tenang di dermaga. Diatasnya, berdiri tegap seorang pria berseragam polisi lengkap dengan baretnya. Ia adalah Aipda Imron Kurniawan. Polisi Bhabinkamtibmas Kampung Enggros.

Siang itu, Imron bersama dua rekan sejawatnya tiba di dermaga, lima anak SMP yang baru saja pulang sekolah sudah menanti di tepi dermaga. Begitu perahu sepanjang 10 meter itu merapat, tanpa ragu mereka melompat naik.

Baca Juga :  Ingatkan Pentingnya Serapan Gizi di Kalangan Anak Remaja

Mesin menderu pelan, membelah air tenang menuju Kampung Enggros, sebuah pemukiman unik yang berdiri di atas air di tengah teluk Youtefa Kota Jayapura. Setelah 8 menit, akhirnya perahu motor melintas di Kampung Enggros. Imron disambut teriakan anak-anak yang secara kebetulan ada di depan rumah saat perahu melintas.

Mereka berlari di atas jembatan papan dengan kaki kosong menuju dermaga kecil yang berada di samping Kantor Kampung Enggros. Perahu motor pun sandar, PS. Kasubnit Lidik Unit Gakkum Sat Polair Polresta Jayapura Kota itu disambut 3 anak-anak. Imron menuju sebuah bangunan kayu berukuran 8×10 meter. Bangunan berada tepat di samping Kantor Kampung Enggros. Catnya berwarna biru dengan beratap seng.

Baca Juga :  Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Non-blok, Tak Akan Ikut Kubu Manapun

Di dinding depan tertempel plat bertuliskan “Perpustakaan Terapung”. Sesuai namanya, Perpustakaan ini dibangun di atas permukaan air laut. Begitu pintu dibuka, aroma kertas dan kayu menyatu. Buku-buku tersusun rapi di meja. Ada juga buku di bawah lantai papan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya