JAKARTA – Prestasi membanggakan ditorehkan DKI Jakarta di awal tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru Global Residence Index yang dirilis per Januari 2026, Jakarta secara mengejutkan melesat ke peringkat kedua sebagai kota teraman di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Capaian ini menjadi tonggak sejarah baru, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya Jakarta biasanya tertahan di papan tengah dalam indeks keamanan regional.
Dalam laporan bertajuk Safety Index 2026 tersebut, Jakarta memperoleh skor indeks keamanan sebesar 0,72. Angka ini menempatkan Jakarta tepat di bawah Singapura yang masih kokoh di posisi puncak dengan skor 0,90. Keberhasilan ini sekaligus membuat Jakarta mengungguli kota-kota besar lainnya seperti Bangkok (0,65), Vientiane (0,61), Hanoi (0,60), hingga Kuala Lumpur (0,57).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan rasa syukur sekaligus terkejut atas pencapaian ini. Menurutnya, lompatan peringkat ini bukan semata-mata hasil kerja pemerintah, melainkan buah dari toleransi dan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga harmoni.
“Ini adalah kejutan yang membanggakan. Jakarta yang biasanya berada di peringkat enam atau tujuh, kini bisa di posisi kedua. Hal ini menunjukkan kekuatan keberagaman kita, terutama dalam menjaga keamanan selama berbagai perayaan hari besar keagamaan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta (7/4).
JAKARTA – Prestasi membanggakan ditorehkan DKI Jakarta di awal tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru Global Residence Index yang dirilis per Januari 2026, Jakarta secara mengejutkan melesat ke peringkat kedua sebagai kota teraman di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Capaian ini menjadi tonggak sejarah baru, mengingat pada tahun-tahun sebelumnya Jakarta biasanya tertahan di papan tengah dalam indeks keamanan regional.
Dalam laporan bertajuk Safety Index 2026 tersebut, Jakarta memperoleh skor indeks keamanan sebesar 0,72. Angka ini menempatkan Jakarta tepat di bawah Singapura yang masih kokoh di posisi puncak dengan skor 0,90. Keberhasilan ini sekaligus membuat Jakarta mengungguli kota-kota besar lainnya seperti Bangkok (0,65), Vientiane (0,61), Hanoi (0,60), hingga Kuala Lumpur (0,57).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan rasa syukur sekaligus terkejut atas pencapaian ini. Menurutnya, lompatan peringkat ini bukan semata-mata hasil kerja pemerintah, melainkan buah dari toleransi dan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga harmoni.
“Ini adalah kejutan yang membanggakan. Jakarta yang biasanya berada di peringkat enam atau tujuh, kini bisa di posisi kedua. Hal ini menunjukkan kekuatan keberagaman kita, terutama dalam menjaga keamanan selama berbagai perayaan hari besar keagamaan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta (7/4).