Setelah bertahun-tahun tertutup, sebagian arsip akhirnya dibuka ke publik. Departemen Kehakiman AS merilis sekitar 3,5 juta halaman dokumen berisi catatan pengadilan, email, hingga komunikasi internal. Meski banyak nama tercantum, penting dicatat bahwa kemunculan nama dalam dokumen tidak otomatis membuktikan keterlibatan pidana. Meski begitu, rilis ini tetap mengguncang, terutama di lingkaran elit, karena membuka kembali sorotan publik terhadap jaringan kekuasaan yang selama ini berada di balik layar. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Setelah bertahun-tahun tertutup, sebagian arsip akhirnya dibuka ke publik. Departemen Kehakiman AS merilis sekitar 3,5 juta halaman dokumen berisi catatan pengadilan, email, hingga komunikasi internal. Meski banyak nama tercantum, penting dicatat bahwa kemunculan nama dalam dokumen tidak otomatis membuktikan keterlibatan pidana. Meski begitu, rilis ini tetap mengguncang, terutama di lingkaran elit, karena membuka kembali sorotan publik terhadap jaringan kekuasaan yang selama ini berada di balik layar. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q