Saturday, August 30, 2025
22.5 C
Jayapura

Israel Ngotot Tolak Akhiri Perang

  Sementara itu, sumber-sumber Mesir mengatakan Direktur CIA William Burns, tiba di Kairo pada hari Jumat.  Washington – yang seperti negara-negara Barat lainnya dan Israel, mencap Hamas sebagai kelompok teroris – terus mendesak Hamas untuk membuat kesepakatan.

  Israel telah memberikan persetujuan awal terhadap persyaratan, yang menurut salah satu sumber mencakup pengembalian antara 20 hingga 33 sandera dengan imbalan pembebasan ratusan tahanan Palestina dan gencatan senjata selama beberapa minggu.

  Di sisi lain, ribuan warga Israel melakukan protes pada hari Sabtu. Mereka menuntut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menerima perjanjian gencatan senjata dengan Hamas.

  Di sisi lain, aksi mahasiswa Pro Palestina kian berkembang. Sejumlah mahasiswa di Eropa juga menggelar aksi seperti halnya di Amerika Serikat. Mereka mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan.

Baca Juga :  Tak Lagi Dianggap Sebagai Kader PDIP, Jokowi: Terima Kasih

  Terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menekankan, bahwa seluruh negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) masih berutang kemerdekaan kepada rakyat Palestina. Hal tersebut disampaikan oleh Retno alam KTT OKI di Banjul, Gambia, Sabtu (4/5).

  Retno mengingatkan negara-negara OKI tentang Inisiatif Perdamaian Arab dan keputusan OKI. Bahwa perdamaian hanya akan mungkin terjadi jika Israel mengakhiri pendudukannya atas Palestina.

  ’’Keputusan tersebut memberikan pesan yang kuat kepada Israel bahwa tanpa kemerdekaan bagi Palestina, tidak akan ada hubungan diplomatik. Pesan dan keputusan itu harus dipertahankan,’’ ungkapnya.  (mia/bay)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  WHO Mengutuk Keras Serangan Israel terhadap Rumah Sakit Al-Ahli Arab di Gaza

  Sementara itu, sumber-sumber Mesir mengatakan Direktur CIA William Burns, tiba di Kairo pada hari Jumat.  Washington – yang seperti negara-negara Barat lainnya dan Israel, mencap Hamas sebagai kelompok teroris – terus mendesak Hamas untuk membuat kesepakatan.

  Israel telah memberikan persetujuan awal terhadap persyaratan, yang menurut salah satu sumber mencakup pengembalian antara 20 hingga 33 sandera dengan imbalan pembebasan ratusan tahanan Palestina dan gencatan senjata selama beberapa minggu.

  Di sisi lain, ribuan warga Israel melakukan protes pada hari Sabtu. Mereka menuntut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menerima perjanjian gencatan senjata dengan Hamas.

  Di sisi lain, aksi mahasiswa Pro Palestina kian berkembang. Sejumlah mahasiswa di Eropa juga menggelar aksi seperti halnya di Amerika Serikat. Mereka mendesak agar gencatan senjata segera dilakukan.

Baca Juga :  Hukum Menterinya Soal Bom Nuklir, Apakah Israel Punya Senjata Nuklir?

  Terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menekankan, bahwa seluruh negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) masih berutang kemerdekaan kepada rakyat Palestina. Hal tersebut disampaikan oleh Retno alam KTT OKI di Banjul, Gambia, Sabtu (4/5).

  Retno mengingatkan negara-negara OKI tentang Inisiatif Perdamaian Arab dan keputusan OKI. Bahwa perdamaian hanya akan mungkin terjadi jika Israel mengakhiri pendudukannya atas Palestina.

  ’’Keputusan tersebut memberikan pesan yang kuat kepada Israel bahwa tanpa kemerdekaan bagi Palestina, tidak akan ada hubungan diplomatik. Pesan dan keputusan itu harus dipertahankan,’’ ungkapnya.  (mia/bay)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Baca Juga :  WHO Mengutuk Keras Serangan Israel terhadap Rumah Sakit Al-Ahli Arab di Gaza

Berita Terbaru

Artikel Lainnya