Thursday, January 8, 2026
26.6 C
Jayapura

Waspada Masuknya Superflu

Terdeteksi di Delapan Provinsi

JAKARTA – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat virus influenza kembali menjadi perhatian. Salah satu varian yang saat ini perlu diwaspadai adalah influenza A subtipe H3N2, yang kerap disebut sebagai “superflu”. Istilah ini muncul karena kemampuannya menular dengan sangat cepat, terutama di lingkungan yang bersuhu dingin.

Diketahui infeksi ini menyebar melalui percikan ludah (droplet) atau kontak langsung dengan cairan pernapasan, dengan tingkat keparahan gejala mulai dari ringan hingga fatal. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebutkan jika Super Flu telah ditemukan di Indonesia sejak 25 Desember 2025. Hingga akhir Desember 2025, terdapat 62 kasus subclade K di delapan provinsi, terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Baca Juga :  Perokok Aktif Wajib Tahu! 10 Hal Ini Akan Terjadi Saat Kamu Berhenti Merokok

Mayoritas pasien adalah anak-anak dan perempuan, sehingga Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya orangtua waspada terhadap kondisi kesehatan anak.

“Nah masalahnya mungkin salah satu jadi penyebab istilah ‘superflu’ ini karena penularannya cepat, jadi satu orang itu bisa menulari 2-3 orang sekitarnya, diperkirakan varian ini mungkin bisa menulari lebih tapi belum ada penelitiannya,” ujar Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) saat diskusi “Mengenali dan Mewaspadai Superflu” secara daring di Jakarta.

Terdeteksi di Delapan Provinsi

JAKARTA – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat virus influenza kembali menjadi perhatian. Salah satu varian yang saat ini perlu diwaspadai adalah influenza A subtipe H3N2, yang kerap disebut sebagai “superflu”. Istilah ini muncul karena kemampuannya menular dengan sangat cepat, terutama di lingkungan yang bersuhu dingin.

Diketahui infeksi ini menyebar melalui percikan ludah (droplet) atau kontak langsung dengan cairan pernapasan, dengan tingkat keparahan gejala mulai dari ringan hingga fatal. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebutkan jika Super Flu telah ditemukan di Indonesia sejak 25 Desember 2025. Hingga akhir Desember 2025, terdapat 62 kasus subclade K di delapan provinsi, terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Baca Juga :  RSUD Biak Kini Jadi Pusat Unggulan Neurologi di Papua

Mayoritas pasien adalah anak-anak dan perempuan, sehingga Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya orangtua waspada terhadap kondisi kesehatan anak.

“Nah masalahnya mungkin salah satu jadi penyebab istilah ‘superflu’ ini karena penularannya cepat, jadi satu orang itu bisa menulari 2-3 orang sekitarnya, diperkirakan varian ini mungkin bisa menulari lebih tapi belum ada penelitiannya,” ujar Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K) dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) saat diskusi “Mengenali dan Mewaspadai Superflu” secara daring di Jakarta.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya