Friday, April 12, 2024
25.7 C
Jayapura

Arahan Presiden, Pemilu 2024 Dibekali Revolusi Mental

SURABAYA – Menko Polhukam Mahfud MD menjawab desas-desus soal penundaan Pemilu 2024. Namun, menteri pertahanan di era Presiden Ke-4 KH Abdurrahman Wahid itu memastikan bahwa pemilu akan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Tidak ada penundaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud dalam acara Cangkrukan Menko Polhukam bertajuk Tertib di Tahun Politik Menuju Indonesia Maju. Hadir juga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah kepala daerah di Jatim.

Mahfud menegaskan, pemerintah bersungguh-sungguh dalam menyelenggarakan pemilu. Seluruh instrumen bergerak untuk menyukseskannya. ’’Saya salah seorang yang bertanggung jawab agar pemilu berjalan baik,” kata tokoh asal Madura itu.

Dia menyebut, proses Pemilu 2024 dibekali revolusi mental sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Ada tiga nilai yang terkandung dalam revolusi mental. Yakni, integritas, gotong royong, dan etos kerja.

Baca Juga :  Nasib Honorer K2 Akan Dibahas Setelah Pemilu

Mahfud tidak menampik bahwa pemilu memang masih rawan kecurangan. Namun, sejatinya kecurangan itu telah terjadi sejak lama.

Dulu, lanjut dia, sebelum reformasi, yang curang pemerintah. Setelah itu, peserta pemilu atau parpol. Dia menyebut, satu parpol sering kali menjatuhkan parpol lainnya. ’’Soal ini, saya mengingatkan agar masyarakat tidak terbawa hoaks dan menyebarkan ujaran kebencian,” tambah Mahfud.

Sementara itu, Khofifah mengatakan, ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan pemilu aman, jujur, dan adil. Pendekatan dan penguatan sisi kultural dan spiritual masyarakat tidak bisa diabaikan. Peran tokoh masyarakat, agama, dan budaya cukup penting untuk mendorong kelancaran pemilu.

’’Perlu komunikasi dengan tokoh adat dan masyarakat. Kearifan lokal tak bisa diabaikan,” kata Khofifah.

Baca Juga :  Antisipasi Potensi Isu SARA saat Pemilu 2024

Dalam acara Cangkrukan Menko Polhukam itu, sejumlah tokoh hadir. Di antaranya, Prof Henri Subiakto dan Direktur Jaringan GUSDURian Alissa Wahid. Selain itu, hadir pula jajaran forkopimda di Jatim. (hen/c6/hud)

SURABAYA – Menko Polhukam Mahfud MD menjawab desas-desus soal penundaan Pemilu 2024. Namun, menteri pertahanan di era Presiden Ke-4 KH Abdurrahman Wahid itu memastikan bahwa pemilu akan dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Tidak ada penundaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud dalam acara Cangkrukan Menko Polhukam bertajuk Tertib di Tahun Politik Menuju Indonesia Maju. Hadir juga Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah kepala daerah di Jatim.

Mahfud menegaskan, pemerintah bersungguh-sungguh dalam menyelenggarakan pemilu. Seluruh instrumen bergerak untuk menyukseskannya. ’’Saya salah seorang yang bertanggung jawab agar pemilu berjalan baik,” kata tokoh asal Madura itu.

Dia menyebut, proses Pemilu 2024 dibekali revolusi mental sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Ada tiga nilai yang terkandung dalam revolusi mental. Yakni, integritas, gotong royong, dan etos kerja.

Baca Juga :  Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Sangat Baik

Mahfud tidak menampik bahwa pemilu memang masih rawan kecurangan. Namun, sejatinya kecurangan itu telah terjadi sejak lama.

Dulu, lanjut dia, sebelum reformasi, yang curang pemerintah. Setelah itu, peserta pemilu atau parpol. Dia menyebut, satu parpol sering kali menjatuhkan parpol lainnya. ’’Soal ini, saya mengingatkan agar masyarakat tidak terbawa hoaks dan menyebarkan ujaran kebencian,” tambah Mahfud.

Sementara itu, Khofifah mengatakan, ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan pemilu aman, jujur, dan adil. Pendekatan dan penguatan sisi kultural dan spiritual masyarakat tidak bisa diabaikan. Peran tokoh masyarakat, agama, dan budaya cukup penting untuk mendorong kelancaran pemilu.

’’Perlu komunikasi dengan tokoh adat dan masyarakat. Kearifan lokal tak bisa diabaikan,” kata Khofifah.

Baca Juga :  Dua Hari, KPU Jadwalkan  Distribusi Logistik Pemilu ke TPS

Dalam acara Cangkrukan Menko Polhukam itu, sejumlah tokoh hadir. Di antaranya, Prof Henri Subiakto dan Direktur Jaringan GUSDURian Alissa Wahid. Selain itu, hadir pula jajaran forkopimda di Jatim. (hen/c6/hud)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya