Tuesday, March 31, 2026
26.6 C
Jayapura

Pasca Hari Raya, Perkembangan Harga Pangan Tetap Dipantau

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pangan setempat terus melakukan pemantauan harga bahan pangan, terutama di sejumlah pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua Sri Utami di Jayapura, Sabtu, mengatakan pemantauan dilakukan secara rutin untuk memastikan harga tetap terkendali serta ketersediaan pasokan mencukupi di tingkat pedagang hingga konsumen.

“Pemantauan ini penting untuk melihat secara langsung perkembangan harga di lapangan, sekaligus memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar,” katanya.

Menurut Sri, berdasarkan hasil pemantauan di salah satu pasar tradisional di mana sejumlah komoditas utama seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).

Baca Juga :  Diduga Banyak Kejanggalan Dalam Proses Hukum Kasus Mutilasi

“Harga bawang merah tercatat berkisar Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram, bawang putih Rp50.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah masih berada di angka Rp130.000 per kilogram,” ujarnya.

Dia menjelaskan tingginya harga tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan dari daerah pemasok utama seperti Surabaya dan Makassar, serta belum optimal produksi lokal dari Kabupaten Keerom.

“Untuk cabai rawit memang sudah ada penurunan dari sebelumnya Rp150.000 menjadi Rp130.000 per kilogram, namun pasokan masih terbatas sehingga harga belum stabil,” katanya lagi.

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pangan setempat terus melakukan pemantauan harga bahan pangan, terutama di sejumlah pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan Provinsi Papua Sri Utami di Jayapura, Sabtu, mengatakan pemantauan dilakukan secara rutin untuk memastikan harga tetap terkendali serta ketersediaan pasokan mencukupi di tingkat pedagang hingga konsumen.

“Pemantauan ini penting untuk melihat secara langsung perkembangan harga di lapangan, sekaligus memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar,” katanya.

Menurut Sri, berdasarkan hasil pemantauan di salah satu pasar tradisional di mana sejumlah komoditas utama seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP).

Baca Juga :  Kesetaraan Gender di Papua Kunci Menuju Indonesia Emas

“Harga bawang merah tercatat berkisar Rp55.000 hingga Rp60.000 per kilogram, bawang putih Rp50.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah masih berada di angka Rp130.000 per kilogram,” ujarnya.

Dia menjelaskan tingginya harga tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan dari daerah pemasok utama seperti Surabaya dan Makassar, serta belum optimal produksi lokal dari Kabupaten Keerom.

“Untuk cabai rawit memang sudah ada penurunan dari sebelumnya Rp150.000 menjadi Rp130.000 per kilogram, namun pasokan masih terbatas sehingga harga belum stabil,” katanya lagi.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/