Monday, January 5, 2026
26.3 C
Jayapura

Kelangkaan Obat di Rumah Sakit Masih Jadi PR

JAYAPURA – Kelangkaan obat di rumah sakit menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam kegiatan Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) ke-III dan Workshop yang digelar Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Indonesia (Hisfarsi) Papua, Sabtu (26/4).

Melalui workshop tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Papua, Arry Pongtiku berharap bisa menjadi momentum memperbarui pengetahuan para apoteker rumah sakit. Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih tepat sasaran dan efisien.

ā€œEfisiensi itu bukan soal murah. Melainkan bagaimana kebutuhan pasien terpenuhi dengan tepat, dan tidak ada obat yang mubazir atau kedaluwarsa,ā€ kata Arry.

Ketua Hisfarsi Papua, Apt.Minar PL Manik mengatakan seiring berkembangnya pelayanan kefarmasian di rumah sakit khususnya era efisiensi ini, apoteker harus mampu memberikan pelayanan yang optimal.

Baca Juga :  RumkitĀ  Jenderal TNI LB Moerdani Juga Layani Pasien UmumĀ 

ā€œSeperti kita ketahui bahwa sempat beberapa waktu lalu viral di media sosial di Jayapura terkait kelangkaan logistik atau kekosongan obat di beberapa rumah sakit. Hal ini menjadi PR besar apoteker di rumah sakit untuk menemukan solusi terkait masalah tersebut,ā€ ungkap Minar.

Dijelaskan, salah satu fokus topik yang erat kaitannya dengan ketersediaan logistik baik obat maupun Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) adalah pengelolaan manajemen farmasi dengan modal dana klaim BPJS.

Ā  ā€œApoteker RS berkewajiban menjawab tantangan-tantangan tersebut, salah satunya melalui update ilmu bersama yang sekarang akan kita ikuti dalam workshop hari ini, strategi dalam pengendalian obat dan alat kesehatan baik di instalasi farmasi RS maupun di fasilitas kesehatan lainnya seperti apotek maupun puskesmas,ā€ ujarnya.

Baca Juga :  Judi Togel Jadi Ancaman Ekonomi Masyarakat

Sementara itu, Ketua PD Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Papua, Edward Sihotang menyoroti keluhan masyarakat terkait kekosongan obat. Menurutnya, tidak jarang pasien BPJS harus mencari obat di luar rumah sakit karena stok kosong.

ā€œIni menjadi pekerjaan rumah besar. Kami laporkan sebagai bahan diskusi agar masyarakat bisa terlayani lebih baik,ā€ pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA – Kelangkaan obat di rumah sakit menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam kegiatan Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) ke-III dan Workshop yang digelar Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Indonesia (Hisfarsi) Papua, Sabtu (26/4).

Melalui workshop tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Papua, Arry Pongtiku berharap bisa menjadi momentum memperbarui pengetahuan para apoteker rumah sakit. Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih tepat sasaran dan efisien.

ā€œEfisiensi itu bukan soal murah. Melainkan bagaimana kebutuhan pasien terpenuhi dengan tepat, dan tidak ada obat yang mubazir atau kedaluwarsa,ā€ kata Arry.

Ketua Hisfarsi Papua, Apt.Minar PL Manik mengatakan seiring berkembangnya pelayanan kefarmasian di rumah sakit khususnya era efisiensi ini, apoteker harus mampu memberikan pelayanan yang optimal.

Baca Juga :  Judi Togel Jadi Ancaman Ekonomi Masyarakat

ā€œSeperti kita ketahui bahwa sempat beberapa waktu lalu viral di media sosial di Jayapura terkait kelangkaan logistik atau kekosongan obat di beberapa rumah sakit. Hal ini menjadi PR besar apoteker di rumah sakit untuk menemukan solusi terkait masalah tersebut,ā€ ungkap Minar.

Dijelaskan, salah satu fokus topik yang erat kaitannya dengan ketersediaan logistik baik obat maupun Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) adalah pengelolaan manajemen farmasi dengan modal dana klaim BPJS.

Ā  ā€œApoteker RS berkewajiban menjawab tantangan-tantangan tersebut, salah satunya melalui update ilmu bersama yang sekarang akan kita ikuti dalam workshop hari ini, strategi dalam pengendalian obat dan alat kesehatan baik di instalasi farmasi RS maupun di fasilitas kesehatan lainnya seperti apotek maupun puskesmas,ā€ ujarnya.

Baca Juga :  Dana Otsus Papua Dipangkas Rp 19 Miliar

Sementara itu, Ketua PD Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Papua, Edward Sihotang menyoroti keluhan masyarakat terkait kekosongan obat. Menurutnya, tidak jarang pasien BPJS harus mencari obat di luar rumah sakit karena stok kosong.

ā€œIni menjadi pekerjaan rumah besar. Kami laporkan sebagai bahan diskusi agar masyarakat bisa terlayani lebih baik,ā€ pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya