Dalam kesempatan tersebut, BTM juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi dan integritas dalam dunia jurnalistik. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi pers, seperti kecenderungan berpihak kepada kepentingan tertentu.
“Bagaimana bisa menjadi corong kebenaran kalau berita disusun dengan subjektivitas yang menonjol? Wartawan sejati adalah mereka yang menulis bukan dengan rasa takut, tetapi dengan rasa tanggung jawab,” katanya.
Ia mengajak seluruh insan pers untuk tetap menjadi pengawal kebijakan publik yang adil dan menjadi penyambung lidah rakyat secara jujur, tajam, dan solutif. “Tanpa pers yang kuat, demokrasi tidak akan sehat, dan tanpa pers yang independen, kebijakan tidak akan berpihak pada rakyat,” tegasnya.
BTM berharap, jika nantinya diberikan amanah sebagai Gubernur Papua, pers tetap menjadi mitra kritis dan tidak sekadar menjadi penyokong tanpa kritik. “Saya berharap semangat insan pers tidak pernah surut. Tetaplah menjadi mitra kritis, bukan hanya teman tepuk tangan. Bersama kita buktikan bahwa Papua bukan sekadar garis pinggir Indonesia, tetapi salah satu poros masa depan Indonesia,” pungkasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos