Dari Sagu hingga Noken, UMKM Papua Disiapkan Menembus Pasar Dunia
Produk UMKM yang dijual saat kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas UMKM yang digelar di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Selasa (27/1).(foto: Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Papua memamerkan produk unggulan mereka dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas UMKM yang digelar di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Selasa (27/1).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Solidaritas Perempuan Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) di Papua. Dalam kegiatan tersebut, para pelaku UMKM menjajakan berbagai produk khas daerah, antara lain noken, aneka makanan olahan sagu, tepung sagu, kain batik bercorak Papua yang dibuat secara manual, serta berbagai aksesori dan kerajinan tangan lainnya.
Produk UMKM yang dijual saat kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas UMKM yang digelar di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Selasa (27/1).(foto: Elfira/Cepos) atas
Salah satu pelaku UMKM, Owner UMKM Sinole di Kota Jayapura, Vanda Kirihio mengatakan, usahanya secara khusus memproduksi berbagai produk berbahan dasar sagu, baik untuk kebutuhan kuliner maupun tepung sagu.
Menurutnya, kegiatan pelatihan dan pendampingan seperti ini sangat dibutuhkan UMKM, khususnya UMKM orang asli Papua (OAP).
“Kami berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan benar-benar membantu UMKM, terutama UMKM OAP. Yang dibutuhkan bukan hanya promosi, tetapi juga peningkatan kapasitas produksi,” ujarnya.
Selain itu, peningkatan kapasitas UMKM perlu menyentuh aspek teknis, seperti teknik pengolahan produk, pengemasan (packing), hingga dukungan peralatan usaha agar kualitas produk semakin baik dan memiliki daya saing.
JAYAPURA-Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Papua memamerkan produk unggulan mereka dalam kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas UMKM yang digelar di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Selasa (27/1).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Solidaritas Perempuan Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) di Papua. Dalam kegiatan tersebut, para pelaku UMKM menjajakan berbagai produk khas daerah, antara lain noken, aneka makanan olahan sagu, tepung sagu, kain batik bercorak Papua yang dibuat secara manual, serta berbagai aksesori dan kerajinan tangan lainnya.
Produk UMKM yang dijual saat kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas UMKM yang digelar di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Selasa (27/1).(foto: Elfira/Cepos) atas
Salah satu pelaku UMKM, Owner UMKM Sinole di Kota Jayapura, Vanda Kirihio mengatakan, usahanya secara khusus memproduksi berbagai produk berbahan dasar sagu, baik untuk kebutuhan kuliner maupun tepung sagu.
Menurutnya, kegiatan pelatihan dan pendampingan seperti ini sangat dibutuhkan UMKM, khususnya UMKM orang asli Papua (OAP).
“Kami berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan benar-benar membantu UMKM, terutama UMKM OAP. Yang dibutuhkan bukan hanya promosi, tetapi juga peningkatan kapasitas produksi,” ujarnya.
Selain itu, peningkatan kapasitas UMKM perlu menyentuh aspek teknis, seperti teknik pengolahan produk, pengemasan (packing), hingga dukungan peralatan usaha agar kualitas produk semakin baik dan memiliki daya saing.