JAYAPURA — Generasi Z Papua didorong untuk tampil sebagai pemimpin masa depan di bidang teknologi digital. Pesan ini disampaikan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo melalui Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kota Jayapura, Frederik Awarawi, saat membuka kegiatan Papua–Maluku Digital Campus Roadshow yang berlangsung di Kampus FISIP Universitas Cenderawasih, Rabu (26/11).
Dalam sambutan Wali Kota, Awarawi menegaskan bahwa percepatan perkembangan teknologi digital telah menjadi bagian utama dalam pembangunan bangsa. Ia menilai, kemampuan adaptasi generasi muda terhadap teknologi akan menentukan posisi Papua dalam ekosistem digital nasional.
“Generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus tampil sebagai pencipta inovasi, pelaku industri digital, dan motor penggerak transformasi digital di daerah,” ujarnya.
Awarawi menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel dan Universitas Cenderawasih yang telah menggagas Papua–Maluku Digital Bootcamp. Menurutnya, program tersebut menjadi ruang strategis bagi anak-anak muda Papua untuk memperoleh pelatihan, pengetahuan, dan kesempatan mengembangkan kompetensi dalam dunia digital.
“Pelatihan ini membuka peluang kerja dan peluang usaha bagi kaum muda, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mencegah ketertinggalan dalam perkembangan teknologi,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan momentum ini sebagai pijakan awal untuk memasuki industri teknologi informasi secara lebih profesional.
JAYAPURA — Generasi Z Papua didorong untuk tampil sebagai pemimpin masa depan di bidang teknologi digital. Pesan ini disampaikan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo melalui Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kota Jayapura, Frederik Awarawi, saat membuka kegiatan Papua–Maluku Digital Campus Roadshow yang berlangsung di Kampus FISIP Universitas Cenderawasih, Rabu (26/11).
Dalam sambutan Wali Kota, Awarawi menegaskan bahwa percepatan perkembangan teknologi digital telah menjadi bagian utama dalam pembangunan bangsa. Ia menilai, kemampuan adaptasi generasi muda terhadap teknologi akan menentukan posisi Papua dalam ekosistem digital nasional.
“Generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus tampil sebagai pencipta inovasi, pelaku industri digital, dan motor penggerak transformasi digital di daerah,” ujarnya.
Awarawi menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel dan Universitas Cenderawasih yang telah menggagas Papua–Maluku Digital Bootcamp. Menurutnya, program tersebut menjadi ruang strategis bagi anak-anak muda Papua untuk memperoleh pelatihan, pengetahuan, dan kesempatan mengembangkan kompetensi dalam dunia digital.
“Pelatihan ini membuka peluang kerja dan peluang usaha bagi kaum muda, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mencegah ketertinggalan dalam perkembangan teknologi,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan momentum ini sebagai pijakan awal untuk memasuki industri teknologi informasi secara lebih profesional.