JAYAPURA-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor bahan pokok dan barang penting (bapokting). Mulai dari ritel modern, Pasar Hamadi, gudang Bulog, hingga Pertamina, Kamis (26/2).
Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga bapokting menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, sekaligus sebagai bagian dari pengendalian inflasi daerah.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Papua, Yohane Walilo mengatakan sidak difokuskan pada pengecekan ketersediaan stok, khususnya beras, di gudang Bulog.
“Dari hasil pengecekan di gudang Bulog, stok beras masih cukup hingga Lebaran, bahkan tersedia untuk memenuhi kebutuhan Provinsi Papua dan Papua Pegunungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemantauan dilakukan agar tidak terjadi kekosongan stok menjelang hari raya yang dapat memicu gejolak harga di pasaran. Dirinya berharap distribusi bahan pokok berjalan lancar dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pengecekan akan kami lakukan secara kontinyu ke penyedia, agar mereka dapat menyediakan barang. Jangan sampai sudah mendekati Lebaran tiba-tiba stok tidak ada dan itu menjadi masalah untuk masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Papua, Setiyo Wahyudi menjelaskan, sidak dilakukan di gudang Bulog, Pasar Hamadi, distributor di Holtekam, serta Pertamina.
Menurutnya, secara umum ketersediaan bapokting dalam kondisi aman. Stok beras di Bulog dipastikan mencukupi hingga tiga bulan ke depan, bahkan tetap aman pasca-Lebaran. “Selain itu, terdapat tambahan pasokan beras yang masih dalam perjalanan untuk memperkuat cadangan,” katanya.
Untuk komoditas minyak goreng, distributor di kawasan Holtekamp dilaporkan memiliki stok yang cukup. Komoditas lainnya juga tersedia dalam jumlah memadai selama Ramadan hingga Idulfitri.