JAYAPURA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian selama bulan puasa, terutama terkait kelanjutan layanan bagi penerima manfaat. Menu MBG selama puasa Ramadan 2026 tetap disiapkan untuk memastikan kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
Hanya saja selama Ramadan ini, ada yang berbeda pada menu program MBG yang disajikan di sekolah-sekolah. Jika biasanya siswa menerima makanan lengkap dengan lauk dan sayur, kali ini menu diganti menjadi makanan kering yang bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa.

Waktu pembagiannya pun berbeda, yang biasanya dilakukan pada jam istirahat sekolah, kini dialihkan saat jam pulang sekolah. Seperti halnya yang terjadi saat ini SDN Kotaraja dan SDN 3 Abepura dan di beberapa sekolah lainnya.
Kepada Cenderawasih Pos Kepala SDN Kotaraja, Magdalena Rahabe mengatakan bahwa pihak sekolah menyambut baik keberlanjutan program tersebut meski ada perubahan menu.
Ia mengatakan skema paket MBG ini baru berjalan tiga hari di sekolahnya sejak, Senin 23 Februari 2025 dan didistribusikan kepada siswa setelah kegiatan belajar mengajar berakhir.
“MBG baru berjalan mulai tiga hari yang lalu dalam bentuk makanan kering. Menurut kami itu sudah sesuai dengan kondisi siswa disekolah kami yang juga kebanyakan beragama Islam,” terang Magdalena, Rabu (25/2).
Dari sisi kandungan gizi, Kepsek menilai komposisi menu yang diberikan sudah cukup memenuhi kebutuhan siswa. “Kami melihat ada buah-buahan, telur, roti dan sejenisnya. Kalau dari segi gizi sudah cukup. Memang kalau soal selera setiap anak berbeda, tetapi secara umum kami menilai program ini sudah tepat,” tambahnya.
Hal yang sama juga terlihat di SDN 3 Abepura, pendistribusian MBG masih tetap berjalan. Namun yang menjadi pembedaan adalah di sekolah tersebut masih mengunakan makanan berat lengkap dengan lauk pauknya.
“Pendistribusian MBG masih. Karna mayoritas sekolah kami Kristiani jadi tetap nasi. Untuk yang puasa dikasih snack kue,” kata Kepala sekolah, Roospita Butarbutar, S.Pd kepada Cenderawasih Pos, Rabu (25/2).