Saturday, January 3, 2026
29.8 C
Jayapura

Wali Kota Rencana Buka Transmigrasi Lokal di Moso

Abisai juga menambahkan bahwa konsep transmigrasi lokal ini terinspirasi dari pengalaman pembangunan di wilayah Koya. Menurutnya, perkembangan pesat yang terjadi di Koya saat ini membuktikan bahwa perencanaan berbasis pemanfaatan lahan luas dan penataan permukiman bisa membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Kita berharap Moso ke depan dapat mengikuti jejak Koya. Dengan adanya transmigrasi lokal, masyarakat bisa lebih sejahtera, ekonomi bergerak, dan wilayah perbatasan semakin kuat. Ini bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga soal menjaga kedaulatan negara di batas terluar,” ungkap Abisai.

Selain itu, Abisai menyampaikan bahwa rencana ini juga selaras dengan strategi pembangunan Kota Jayapura yang menitikberatkan pada pemerataan dan pemanfaatan potensi wilayah.

Baca Juga :  Tekan Penyebaran Malaria, Dinkes Terus Gerakkan Kader

Dengan dukungan masyarakat adat, program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi penataan ruang, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperkuat solidaritas antarwarga.
“Program transmigrasi lokal ini kita rancang untuk memberikan dampak positif bagi semua pihak. Masyarakat lokal tetap mendapatkan hak dan posisi penting, sementara warga yang masuk akan ikut berkontribusi dalam pembangunan wilayah,” tutupnya.
Menyikapi hal ini, Kepala Kampung Moso, Belliam W. Foa menyampaikan bahwa apa yang direncanakan oleh pemerintah melalui Wali Kota merupakan suatu hal yang baik untuk masyarakat.
“Lewat pertemuan singkat dengan Ondoafi dan para kepala suku, kami percaya rencana besar ini akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan wilayah ini khususnya masyarakat asli Kampung Mosso,” tuturnya.(kim/tri)

Baca Juga :  Tak Ada Lagi Peluang Bacaleg Perbaiki Dokumen

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Abisai juga menambahkan bahwa konsep transmigrasi lokal ini terinspirasi dari pengalaman pembangunan di wilayah Koya. Menurutnya, perkembangan pesat yang terjadi di Koya saat ini membuktikan bahwa perencanaan berbasis pemanfaatan lahan luas dan penataan permukiman bisa membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Kita berharap Moso ke depan dapat mengikuti jejak Koya. Dengan adanya transmigrasi lokal, masyarakat bisa lebih sejahtera, ekonomi bergerak, dan wilayah perbatasan semakin kuat. Ini bukan hanya soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga soal menjaga kedaulatan negara di batas terluar,” ungkap Abisai.

Selain itu, Abisai menyampaikan bahwa rencana ini juga selaras dengan strategi pembangunan Kota Jayapura yang menitikberatkan pada pemerataan dan pemanfaatan potensi wilayah.

Baca Juga :  Lipat dan Sortir Surat Suara Pilkada, KPU Libatkan 130 Orang

Dengan dukungan masyarakat adat, program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi penataan ruang, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperkuat solidaritas antarwarga.
“Program transmigrasi lokal ini kita rancang untuk memberikan dampak positif bagi semua pihak. Masyarakat lokal tetap mendapatkan hak dan posisi penting, sementara warga yang masuk akan ikut berkontribusi dalam pembangunan wilayah,” tutupnya.
Menyikapi hal ini, Kepala Kampung Moso, Belliam W. Foa menyampaikan bahwa apa yang direncanakan oleh pemerintah melalui Wali Kota merupakan suatu hal yang baik untuk masyarakat.
“Lewat pertemuan singkat dengan Ondoafi dan para kepala suku, kami percaya rencana besar ini akan memberikan dampak yang baik bagi perkembangan wilayah ini khususnya masyarakat asli Kampung Mosso,” tuturnya.(kim/tri)

Baca Juga :  Upacara HUT RI Tetap Hari Minggu, Masyarakat Diminta Menyesuaikan

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya