​JAYAPURA – Guna memastikan proses penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha berjalan higienis dan sesuai dengan syariat Islam, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua memastikan kesiapan para petugas pemotong hewan atau juru sembelih halal (Juleha) di lapangan.
Sekretaris DPW LDII Provinsi Papua, Ahmad Saefudin, SH, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, proses penyembelihan sebagian besar dilakukan secara mandiri oleh warga dan pengurus. Meski demikian, pihak panitia tetap membuka ruang kerja sama dengan tenaga luar atau jagal profesional untuk membantu teknis pasca-penyembelihan.
“Untuk kami motong sendiri. Memang kadang ada yang pake jagal, khusus untuk menguliti,” ujar Ahmad saat memberikan keterangan terkait kesiapan takmir dan panitia kurban, Senin (25/5).
Untuk menjamin standardisasi mutu dan aspek fikih ibadah, LDII Papua saat ini telah memiliki kader internal yang mengantongi sertifikasi resmi dari pelatihan formal. Tenaga ahli inilah yang menjadi mentor utama di struktur organisasi.
Menurutnya, LDII Papua mempunyai 3 (tiga) orang yang sudah diklat, baik dengan Kemenag maupun swasta untuk ditugaskan sebagai penyembelih hewan kurban. Tidak berhenti di situ, LDII Papua secara aktif menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) guna membekali seluruh petugas pemotong di berbagai tingkatan wilayah administratif.
“Kami juga melakukan Bimtek kepada petugas pemotong hewan kurban di seluruh kabupaten, kota, distrik, hingga kelurahan,” tambahnya.
​JAYAPURA – Guna memastikan proses penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha berjalan higienis dan sesuai dengan syariat Islam, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua memastikan kesiapan para petugas pemotong hewan atau juru sembelih halal (Juleha) di lapangan.
Sekretaris DPW LDII Provinsi Papua, Ahmad Saefudin, SH, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, proses penyembelihan sebagian besar dilakukan secara mandiri oleh warga dan pengurus. Meski demikian, pihak panitia tetap membuka ruang kerja sama dengan tenaga luar atau jagal profesional untuk membantu teknis pasca-penyembelihan.
“Untuk kami motong sendiri. Memang kadang ada yang pake jagal, khusus untuk menguliti,” ujar Ahmad saat memberikan keterangan terkait kesiapan takmir dan panitia kurban, Senin (25/5).
Untuk menjamin standardisasi mutu dan aspek fikih ibadah, LDII Papua saat ini telah memiliki kader internal yang mengantongi sertifikasi resmi dari pelatihan formal. Tenaga ahli inilah yang menjadi mentor utama di struktur organisasi.
Menurutnya, LDII Papua mempunyai 3 (tiga) orang yang sudah diklat, baik dengan Kemenag maupun swasta untuk ditugaskan sebagai penyembelih hewan kurban. Tidak berhenti di situ, LDII Papua secara aktif menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) guna membekali seluruh petugas pemotong di berbagai tingkatan wilayah administratif.
“Kami juga melakukan Bimtek kepada petugas pemotong hewan kurban di seluruh kabupaten, kota, distrik, hingga kelurahan,” tambahnya.