Wednesday, March 25, 2026
26.4 C
Jayapura

Doakan Paus  Fransiskus, Umat Katolik Gelar Misa Requiem 

JAYAPURA-Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katedral Jayapura, saat umat Katolik mengikuti Misa Requiem untuk mendoakan mendiang Paus Fransiskus,   Kamis (24/4) malam. Misa  dipimpin langsung  Uskup  Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, yang akrab disapa Uskup Yan You itu,  diwarnai dengan gemuruh doa dan nyanyian pujian untuk mengenang kepergian Paus Fransiskus.

  Dalam misa yang penuh haru itu, Uskup Yan You menyampaikan bahwa misa ini merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi Paus Fransiskus, sosok yang bukan hanya pemimpin tertinggi Gereja Katolik, tetapi juga tokoh dunia yang dikenal karena perjuangannya dalam membela kemanusiaan.

“Kepergian Paus Fransiskus adalah duka yang mendalam, bukan hanya bagi umat Katolik, tapi juga bagi seluruh umat manusia. Ia telah meninggalkan jejak yang kuat dalam memperjuangkan hak-hak kaum miskin, kaum difabel, serta mereka yang tertindas,” ujar Uskup Yan dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Overload dan Tertidur Saat Kapal Tenggelam

  Lebih dari sekadar pemimpin gereja, Paus Fransiskus dikenang sebagai pribadi sederhana yang konsisten antara kata dan perbuatan. Semasa hidupnya, ia selalu hadir di tengah masyarakat sebagai pembawa harapan. Salah satu contoh nyata adalah kunjungannya ke Indonesia pada September 2024 lalu, di mana ia menolak fasilitas mewah dan memilih kendaraan sederhana sebagai bentuk kesederhanaannya.

“Ia bahkan menyempatkan diri mengunjungi Masjid Istiqlal. Itu membuktikan bahwa Paus Fransiskus menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama,” lanjut Uskup Yan.

Uskup Yan juga mengatakan bahwa Paus Fransiskus dikenal sebagai pelopor perdamaian. Beberapa kali ia menyerukan gencatan senjata atas konflik yang terjadi antara Ukraina dan Rusia, serta terus menyuarakan pentingnya dialog dan penyelesaian damai dalam setiap konflik.

Baca Juga :  Meski Ekstrem, Warga Tetap Nekad Lewati Jalan Ambles

  “Ia mengajarkan bahwa perdamaian bukan hanya slogan, tetapi sikap hidup. Bahwa konflik bukan solusi, melainkan kebijaksanaan dalam menyelesaikan masalahlah yang sejati,” katanya.

JAYAPURA-Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katedral Jayapura, saat umat Katolik mengikuti Misa Requiem untuk mendoakan mendiang Paus Fransiskus,   Kamis (24/4) malam. Misa  dipimpin langsung  Uskup  Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, yang akrab disapa Uskup Yan You itu,  diwarnai dengan gemuruh doa dan nyanyian pujian untuk mengenang kepergian Paus Fransiskus.

  Dalam misa yang penuh haru itu, Uskup Yan You menyampaikan bahwa misa ini merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi Paus Fransiskus, sosok yang bukan hanya pemimpin tertinggi Gereja Katolik, tetapi juga tokoh dunia yang dikenal karena perjuangannya dalam membela kemanusiaan.

“Kepergian Paus Fransiskus adalah duka yang mendalam, bukan hanya bagi umat Katolik, tapi juga bagi seluruh umat manusia. Ia telah meninggalkan jejak yang kuat dalam memperjuangkan hak-hak kaum miskin, kaum difabel, serta mereka yang tertindas,” ujar Uskup Yan dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga :  Peserta Didik Difabel Dapat Perhatian dari Direktorat PAUD Kemenristek Dikti

  Lebih dari sekadar pemimpin gereja, Paus Fransiskus dikenang sebagai pribadi sederhana yang konsisten antara kata dan perbuatan. Semasa hidupnya, ia selalu hadir di tengah masyarakat sebagai pembawa harapan. Salah satu contoh nyata adalah kunjungannya ke Indonesia pada September 2024 lalu, di mana ia menolak fasilitas mewah dan memilih kendaraan sederhana sebagai bentuk kesederhanaannya.

“Ia bahkan menyempatkan diri mengunjungi Masjid Istiqlal. Itu membuktikan bahwa Paus Fransiskus menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan antarumat beragama,” lanjut Uskup Yan.

Uskup Yan juga mengatakan bahwa Paus Fransiskus dikenal sebagai pelopor perdamaian. Beberapa kali ia menyerukan gencatan senjata atas konflik yang terjadi antara Ukraina dan Rusia, serta terus menyuarakan pentingnya dialog dan penyelesaian damai dalam setiap konflik.

Baca Juga :  Tambah 16 KL, Siapkan Digitalisasi Bagi Konsumen

  “Ia mengajarkan bahwa perdamaian bukan hanya slogan, tetapi sikap hidup. Bahwa konflik bukan solusi, melainkan kebijaksanaan dalam menyelesaikan masalahlah yang sejati,” katanya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya