JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua kembali mengekspor produk ikan tuna ke Los Angeles, Amerika Serikat, melalui Pelabuhan Jayapura, Selasa (24/2). Ekspor ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan secara langsung dari Papua.
Produk yang dikirim merupakan hasil olahan PT Chen Woo Fishery berupa Frozen Yellowfin Tuna CC, Frozen Yellowfin Tuna Ground Meat, dan Frozen Yellowfin Poke Cube. Total volume ekspor mencapai 17,8 ton.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan bahwa kegiatan ekspor tersebut tidak semata-mata mengejar nilai perdagangan, tetapi juga harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan sebagai penyedia bahan baku.
“Selain mengejar nilai ekspor, kesejahteraan masyarakat harus kita perhatikan karena nelayan kita menjadi ujung tombak dalam menyuplai bahan baku,” katanya kepada wartawan.
Menurutnya, capaian ekspor sebanyak 17 kontainer diharapkan dapat terus meningkat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah provinsi akan memperkuat pembinaan melalui dinas terkait, antara lain Dinas Perikanan, Perdagangan, Perindustrian, serta Koperasi, guna meningkatkan kapasitas nelayan dan industri pengolahan.
Ia juga mendorong agar industri pengolahan ikan di Papua mampu menyerap tenaga kerja lokal sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita bukan hanya mengekspor hasil hutan, tetapi juga hasil laut. Harapannya bukan hanya Kota Jayapura, tetapi kabupaten pesisir seperti Biak Numfor dan Sarmi juga dapat berperan dalam pengembangan ekonomi perikanan,” katanya.
JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua kembali mengekspor produk ikan tuna ke Los Angeles, Amerika Serikat, melalui Pelabuhan Jayapura, Selasa (24/2). Ekspor ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan secara langsung dari Papua.
Produk yang dikirim merupakan hasil olahan PT Chen Woo Fishery berupa Frozen Yellowfin Tuna CC, Frozen Yellowfin Tuna Ground Meat, dan Frozen Yellowfin Poke Cube. Total volume ekspor mencapai 17,8 ton.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan bahwa kegiatan ekspor tersebut tidak semata-mata mengejar nilai perdagangan, tetapi juga harus berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan sebagai penyedia bahan baku.
“Selain mengejar nilai ekspor, kesejahteraan masyarakat harus kita perhatikan karena nelayan kita menjadi ujung tombak dalam menyuplai bahan baku,” katanya kepada wartawan.
Menurutnya, capaian ekspor sebanyak 17 kontainer diharapkan dapat terus meningkat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah provinsi akan memperkuat pembinaan melalui dinas terkait, antara lain Dinas Perikanan, Perdagangan, Perindustrian, serta Koperasi, guna meningkatkan kapasitas nelayan dan industri pengolahan.
Ia juga mendorong agar industri pengolahan ikan di Papua mampu menyerap tenaga kerja lokal sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita bukan hanya mengekspor hasil hutan, tetapi juga hasil laut. Harapannya bukan hanya Kota Jayapura, tetapi kabupaten pesisir seperti Biak Numfor dan Sarmi juga dapat berperan dalam pengembangan ekonomi perikanan,” katanya.