alexametrics
24.7 C
Jayapura
Monday, May 23, 2022

Antibodi Vaksin Sempurna Setelah Satu Bulan

dr. Aroon Rumainum, M.Kes ( FOTO: Gratianus silas/cepos)

JAYAPURA-Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., menyebutkan bahwa vaksin berguna sebagai antibodi bagi tubuh, agar kebal terhadap penularan Covid 19.

“Antibodi kita mulai terbentuk itu dua minggu setelah suntikan vaksin pertama dilakukan. Antibodi itu akan sempurna satu bulan setelah suntikan kedua,” jelas dr. Aaron Rumainum, M.Kes., Jumat (22/1) kemarin.

Demikian, dr. Rumainum yang juga telah menerima suntikan vaksin pertama pada 13 Januari lalu, menyebutkan bahwa antibodi dari vaksin yang disuntikan itu belum terbentuk secara sempurna.

“Setelah 8 hari 10 jam, antibodi saya belum terbentuk. Cara mengetahui antibodi kita sudah terbentuk atau belum itu melalui rapid test antibodi. Kemudian, kalau hasil rapid antigen atau PCR kita positif, itu bukan karena vaksin, melainkan kita tidak melakukan 5M dalam penerapan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi,” terangnya. (gr/gin)

Baca Juga :  Pemuda Tewas Dianiaya Pelajar
dr. Aroon Rumainum, M.Kes ( FOTO: Gratianus silas/cepos)

JAYAPURA-Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., menyebutkan bahwa vaksin berguna sebagai antibodi bagi tubuh, agar kebal terhadap penularan Covid 19.

“Antibodi kita mulai terbentuk itu dua minggu setelah suntikan vaksin pertama dilakukan. Antibodi itu akan sempurna satu bulan setelah suntikan kedua,” jelas dr. Aaron Rumainum, M.Kes., Jumat (22/1) kemarin.

Demikian, dr. Rumainum yang juga telah menerima suntikan vaksin pertama pada 13 Januari lalu, menyebutkan bahwa antibodi dari vaksin yang disuntikan itu belum terbentuk secara sempurna.

“Setelah 8 hari 10 jam, antibodi saya belum terbentuk. Cara mengetahui antibodi kita sudah terbentuk atau belum itu melalui rapid test antibodi. Kemudian, kalau hasil rapid antigen atau PCR kita positif, itu bukan karena vaksin, melainkan kita tidak melakukan 5M dalam penerapan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi,” terangnya. (gr/gin)

Baca Juga :  Pembatasan atau Penyekatan Belum Diperlukan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/