Saturday, January 24, 2026
26.7 C
Jayapura

Tak Boleh Ada Wilayah yang Tertinggal Karena Terisolir

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua memprioritaskan pembangunan dan penataan infrastruktur sebagai bagian dari agenda awal pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Hal ini disampaikan Pj Sekda Papua, Christian Sohilait. Ia menegaskan, tidak boleh ada wilayah yang tertinggal hanya karena kondisi keterisolasian.

Menurutnya, penataan infrastruktur menjadi langkah strategis untuk membuka akses antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh sebab itu, pemerintah provinsi mulai membuka dan mengoptimalkan sejumlah akses jalan penghubung antar kabupaten dan kota.

“Tidak boleh ada daerah yang kesulitan berkembang hanya karena terisolir. Karena itu Pemprov mulai membuka akses jalan dari Jayapura ke Wamena dan berharap bisa segera beroperasi,” ujar Christian kepada wartawan usai kegiatan Forum Perangkat Daerah Penyusunan Renstra, di Jayapura, Selasa (20/1).

Baca Juga :  Dua WB Lapas Abe Hirup Udara Bebas

Ia menjelaskan, apabila akses jalan Jayapura-Wamena dapat beroperasi dengan baik, maka jalur tersebut akan membantu mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di sejumlah wilayah, bahkan hingga ke Wamena.

Selain itu, pemerintah provinsi juga mengoptimalkan beberapa ruas jalan strategis lainnya.

“Beberapa ruas yang menjadi perhatian antara lain Jayapura-Sarmi, Serui-Waropen, serta Biak-Supiori. Ruas-ruas ini perlu dioptimalkan agar benar-benar mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Christian.

Ia juga menekankan pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya bertujuan membuka akses transportasi, tetapi juga mengeluarkan potensi ekonomi daerah agar dapat dipasarkan ke luar wilayah. “Saat ini sejumlah daerah mulai menunjukkan geliat ekonomi, namun masih terkendala persoalan transportasi,” ujarnya.

Ia mencontohkan, di Serui sudah mulai dikembangkan komoditas unggulan seperti kopi dan durian. Namun, keterbatasan akses dan sarana transportasi menjadi tantangan utama dalam mendistribusikan hasil produksi tersebut ke pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Debat Pertama Libatkan 10 Panelis

“Potensi ekonominya sudah ada, tinggal bagaimana infrastruktur mendukung agar hasil-hasil ini bisa keluar,” ujarnya.

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua memprioritaskan pembangunan dan penataan infrastruktur sebagai bagian dari agenda awal pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Hal ini disampaikan Pj Sekda Papua, Christian Sohilait. Ia menegaskan, tidak boleh ada wilayah yang tertinggal hanya karena kondisi keterisolasian.

Menurutnya, penataan infrastruktur menjadi langkah strategis untuk membuka akses antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh sebab itu, pemerintah provinsi mulai membuka dan mengoptimalkan sejumlah akses jalan penghubung antar kabupaten dan kota.

“Tidak boleh ada daerah yang kesulitan berkembang hanya karena terisolir. Karena itu Pemprov mulai membuka akses jalan dari Jayapura ke Wamena dan berharap bisa segera beroperasi,” ujar Christian kepada wartawan usai kegiatan Forum Perangkat Daerah Penyusunan Renstra, di Jayapura, Selasa (20/1).

Baca Juga :  Juara MTQ Nasional  Jadi Peserta Umrah Termuda

Ia menjelaskan, apabila akses jalan Jayapura-Wamena dapat beroperasi dengan baik, maka jalur tersebut akan membantu mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di sejumlah wilayah, bahkan hingga ke Wamena.

Selain itu, pemerintah provinsi juga mengoptimalkan beberapa ruas jalan strategis lainnya.

“Beberapa ruas yang menjadi perhatian antara lain Jayapura-Sarmi, Serui-Waropen, serta Biak-Supiori. Ruas-ruas ini perlu dioptimalkan agar benar-benar mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Christian.

Ia juga menekankan pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya bertujuan membuka akses transportasi, tetapi juga mengeluarkan potensi ekonomi daerah agar dapat dipasarkan ke luar wilayah. “Saat ini sejumlah daerah mulai menunjukkan geliat ekonomi, namun masih terkendala persoalan transportasi,” ujarnya.

Ia mencontohkan, di Serui sudah mulai dikembangkan komoditas unggulan seperti kopi dan durian. Namun, keterbatasan akses dan sarana transportasi menjadi tantangan utama dalam mendistribusikan hasil produksi tersebut ke pasar yang lebih luas.

Baca Juga :  Anggaran di Pangkas, Pengangguran Bakal Meningkat

“Potensi ekonominya sudah ada, tinggal bagaimana infrastruktur mendukung agar hasil-hasil ini bisa keluar,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya