Sunday, March 29, 2026
32.7 C
Jayapura

Wali Kota Bantu Evakuasi Korban Banjir

EVAKUASI-Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM.,saat ikut membantu mengevakuasi korban banjir ibu dan anaknya yang berumur 3 tahun, di Kelurahan Waena, Rabu(20/3).Foto Humas Pemkot For Cepos

BTM:  Ini Ujian yang Diberikan Kepada Kita, Agar selalu ingat Tuhan

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura  Dr.Benhur Tomi Mano, MM turun langsung dalam evakuasi dan juga penanggunalangan musibah banjir dan tanah longsor, yang terjadi beberapa titik kota Jayapura seperti di Ampera Perum Organda Yoka, Distrik Jayapura Utara, Distrik Japsel,  daerah waena dan lainnya.

Menariknya, saat mengunjungi warga yang terdampak banjir di daerah Waena, Wali Kota terpaksa naik rakit buatan dan ditarik oleh beberapa orang petugas dan ASN, untuk sampai ke lokasi warga yang terjebak air. Termasuk membantu mengevakuasi ibu-ibu dan balita dengan perahu karet juga dilakukan oleh putra asli Jayapura ini.

  Wali Kota mengakui, musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Jayapura dan Sentani, sangat luar biasa, tidak hanya menimbulkan kerugian korban jiwa dan materil, namun  juga rusaknya fasilitas jalan, jembatan maupun sarana dan prasana umum lainnya. 

Baca Juga :  Semua UPT Permasyarakatan Didorong Lakukan Program Ketahanan Pangan 

  “Bagi keluarga yang ditinggalkan kita harus kuat menghadapinya, ini ujian yang diberikan Tuhan kepada kita, agar selalu ingat Tuhan,”ungkapnya, Rabu(20/3). 

  Diakui Wali Kota, banjir dan longsor yang begitu parah, disebabkan ada beberapa faktor mulai intensitas curah hujan yang tinggi yang terjadi mulai hari Sabtu (16/3) hingga saat ini, kedua akibat ulah manusia yang menebang hutan sembarangan untuk dijadikan kebun, tempat tinggal di daerah resapan air yang seharusnya tidak boleh dibangun apapun, namun tetap dibangun dan terakhir menurutnya disebabkan perilaku warga yang masih belum bisa menjaga kebersihan lingkungan akibat membuang sampah sembarangan.

  “Saya harapkan warga Kota Jayapura, hargai alam sekitar sungai, laut, gunung, hutan, karena salah satunya  jika kita ganggu, tentu musibah bisa akan datang dan nanti yang terkena tidak hanya orang yang merusaknya, namun semua orang di Kota Jayapura juga ikut menanggung musibah itu,”tandasnya.(dil/gin)).

Baca Juga :  Prioritaskan Selesaikan Konflik dengan Tuntas
EVAKUASI-Wali Kota Jayapura Dr.Benhur Tomi Mano, MM.,saat ikut membantu mengevakuasi korban banjir ibu dan anaknya yang berumur 3 tahun, di Kelurahan Waena, Rabu(20/3).Foto Humas Pemkot For Cepos

BTM:  Ini Ujian yang Diberikan Kepada Kita, Agar selalu ingat Tuhan

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura  Dr.Benhur Tomi Mano, MM turun langsung dalam evakuasi dan juga penanggunalangan musibah banjir dan tanah longsor, yang terjadi beberapa titik kota Jayapura seperti di Ampera Perum Organda Yoka, Distrik Jayapura Utara, Distrik Japsel,  daerah waena dan lainnya.

Menariknya, saat mengunjungi warga yang terdampak banjir di daerah Waena, Wali Kota terpaksa naik rakit buatan dan ditarik oleh beberapa orang petugas dan ASN, untuk sampai ke lokasi warga yang terjebak air. Termasuk membantu mengevakuasi ibu-ibu dan balita dengan perahu karet juga dilakukan oleh putra asli Jayapura ini.

  Wali Kota mengakui, musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kota Jayapura dan Sentani, sangat luar biasa, tidak hanya menimbulkan kerugian korban jiwa dan materil, namun  juga rusaknya fasilitas jalan, jembatan maupun sarana dan prasana umum lainnya. 

Baca Juga :  Pajak Peralihan dan PLN Jadi Sumber PAD Tahun 2026

  “Bagi keluarga yang ditinggalkan kita harus kuat menghadapinya, ini ujian yang diberikan Tuhan kepada kita, agar selalu ingat Tuhan,”ungkapnya, Rabu(20/3). 

  Diakui Wali Kota, banjir dan longsor yang begitu parah, disebabkan ada beberapa faktor mulai intensitas curah hujan yang tinggi yang terjadi mulai hari Sabtu (16/3) hingga saat ini, kedua akibat ulah manusia yang menebang hutan sembarangan untuk dijadikan kebun, tempat tinggal di daerah resapan air yang seharusnya tidak boleh dibangun apapun, namun tetap dibangun dan terakhir menurutnya disebabkan perilaku warga yang masih belum bisa menjaga kebersihan lingkungan akibat membuang sampah sembarangan.

  “Saya harapkan warga Kota Jayapura, hargai alam sekitar sungai, laut, gunung, hutan, karena salah satunya  jika kita ganggu, tentu musibah bisa akan datang dan nanti yang terkena tidak hanya orang yang merusaknya, namun semua orang di Kota Jayapura juga ikut menanggung musibah itu,”tandasnya.(dil/gin)).

Baca Juga :  Ketua DPRD: Jangan Ada Daerah Rawan di Jayapura

Berita Terbaru

Artikel Lainnya