“Kami tidak bekerja sendiri. Dalam pelaksanaan pengamanan di wilayah perairan dan pantai, kami akan bersinergi dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk TNI Angkatan Laut,” jelasnya.
AKP Jevry mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan dan evaluasi, sejumlah pantai di Kota Jayapura tergolong rawan untuk aktivitas berenang. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi gelombang laut yang tidak stabil serta minimnya fasilitas pengaman di bibir pantai.
Ia menjelaskan, kawasan Pantai Hamadi relatif lebih aman bagi pengunjung karena memiliki pemecah atau penahan ombak. Namun berbeda dengan Pantai Holtekamp yang dinilai cukup rawan, karena berada di wilayah yang langsung berhadapan dengan Samudra Pasifik sehingga memiliki gelombang laut yang lebih tinggi dan tidak stabil, serta belum dilengkapi dengan pemecah ombak.
“Kondisi serupa juga terdapat di Pantai Pasir II dan Pantai Pasir 6. Gelombang di kawasan tersebut cukup tidak stabil dan tidak didukung dengan pemecah ombak, sehingga pengunjung harus ekstra waspada,” terangnya.
Sementara itu, untuk kawasan Venue Dayung, AKP Jevry menyebutkan relatif lebih aman karena berada di area teluk. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengunjung tetap harus berhati-hati dan tidak lengah.
“Walaupun berada di teluk dan terlihat aman, bukan berarti bebas sepenuhnya. Di mana pun berenang, kewaspadaan tetap harus diutamakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, AKP Jevry mengimbau para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya saat berwisata di pantai. Ia menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan laut.
“Kami tidak bekerja sendiri. Dalam pelaksanaan pengamanan di wilayah perairan dan pantai, kami akan bersinergi dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk TNI Angkatan Laut,” jelasnya.
AKP Jevry mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan dan evaluasi, sejumlah pantai di Kota Jayapura tergolong rawan untuk aktivitas berenang. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi gelombang laut yang tidak stabil serta minimnya fasilitas pengaman di bibir pantai.
Ia menjelaskan, kawasan Pantai Hamadi relatif lebih aman bagi pengunjung karena memiliki pemecah atau penahan ombak. Namun berbeda dengan Pantai Holtekamp yang dinilai cukup rawan, karena berada di wilayah yang langsung berhadapan dengan Samudra Pasifik sehingga memiliki gelombang laut yang lebih tinggi dan tidak stabil, serta belum dilengkapi dengan pemecah ombak.
“Kondisi serupa juga terdapat di Pantai Pasir II dan Pantai Pasir 6. Gelombang di kawasan tersebut cukup tidak stabil dan tidak didukung dengan pemecah ombak, sehingga pengunjung harus ekstra waspada,” terangnya.
Sementara itu, untuk kawasan Venue Dayung, AKP Jevry menyebutkan relatif lebih aman karena berada di area teluk. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengunjung tetap harus berhati-hati dan tidak lengah.
“Walaupun berada di teluk dan terlihat aman, bukan berarti bebas sepenuhnya. Di mana pun berenang, kewaspadaan tetap harus diutamakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, AKP Jevry mengimbau para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya saat berwisata di pantai. Ia menegaskan bahwa peran keluarga sangat penting dalam mencegah terjadinya kecelakaan laut.