JAYAPURA – Komunitas Pencinta Lingkungan Bukit Khambu (Khambu Hill Community) mendesak Pemerintah Kota Jayapura segera mengambil tindakan terhadap maraknya pembuangan sampah sembarangan di jalan alternatif yang menghubungkan Perumnas IV Padang Bulan, dengan Perumahan Youtefa Graha, Waena.
Pembuangan sampah di kawasan tersebut dinilai mengganggu kebersihan lingkungan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama di sekitar lokasi longsoran yang menyebabkan badan jalan semakin sempit.
Keondofoloan Khambuyouge Asli Waena, John G. Ohee, melalui pemberitahuan yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Jayapura dan masyarakat sekitar, menyampaikan keberatan atas kebiasaan warga yang masih membuang sampah sembarangan di kawasan tanah adat Bukit Khambu-Ahay.
“Pembuangan sampah sembarangan di kawasan ini harus segera dihentikan. Kami meminta masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak menjadikan jalan alternatif ini sebagai tempat pembuangan sampah,” katanya dalam rilis, Jumat (16/10).
Sebagai bentuk protes, komunitas sebelumnya merencanakan pemalangan jalan pada Senin, 12 Oktober 2026. Langkah tersebut direncanakan sebagai bentuk desakan agar persoalan sampah yang terus berulang mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.
“Persoalan ini bukan hanya menyangkut kebersihan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan. Apalagi, di sekitar lokasi terdapat longsoran yang membuat badan jalan semakin sempit,” jelasnya.
JAYAPURA – Komunitas Pencinta Lingkungan Bukit Khambu (Khambu Hill Community) mendesak Pemerintah Kota Jayapura segera mengambil tindakan terhadap maraknya pembuangan sampah sembarangan di jalan alternatif yang menghubungkan Perumnas IV Padang Bulan, dengan Perumahan Youtefa Graha, Waena.
Pembuangan sampah di kawasan tersebut dinilai mengganggu kebersihan lingkungan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama di sekitar lokasi longsoran yang menyebabkan badan jalan semakin sempit.
Keondofoloan Khambuyouge Asli Waena, John G. Ohee, melalui pemberitahuan yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Jayapura dan masyarakat sekitar, menyampaikan keberatan atas kebiasaan warga yang masih membuang sampah sembarangan di kawasan tanah adat Bukit Khambu-Ahay.
“Pembuangan sampah sembarangan di kawasan ini harus segera dihentikan. Kami meminta masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak menjadikan jalan alternatif ini sebagai tempat pembuangan sampah,” katanya dalam rilis, Jumat (16/10).
Sebagai bentuk protes, komunitas sebelumnya merencanakan pemalangan jalan pada Senin, 12 Oktober 2026. Langkah tersebut direncanakan sebagai bentuk desakan agar persoalan sampah yang terus berulang mendapat perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat.
“Persoalan ini bukan hanya menyangkut kebersihan, tetapi juga keselamatan pengguna jalan. Apalagi, di sekitar lokasi terdapat longsoran yang membuat badan jalan semakin sempit,” jelasnya.