JAYAPURA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Papua, Musa Narwawan, memberikan peringatan tegas kepada seluruh jemaah haji, khususnya asal Papua, untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang saat ini melanda Arab Saudi.
Dalam keterangannya, kepada Cenderawasih Pos, Jumat (15/5), Musa menegaskan bahwa menjaga stamina menjadi kunci utama keberhasilan jemaah dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, terutama saat memasuki fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Hal ini diingatkan Musa, agar jemaah tidak menguras energi pada aktivitas ibadah sunnah yang berlebihan, melainkan mendahulukan ibadah wajib sebagai prioritas utama.
“Kami berpesan kepada seluruh jemaah, khususnya jemaah Papua, agar mampu mengatur ritme aktivitas selama di Tanah Suci. Jangan memaksakan diri pada ibadah-ibadah sunnah yang dapat menguras stamina. Dahulukan ibadah wajib, jaga kesehatan, cukup istirahat, dan simpan tenaga untuk puncak ibadah haji. Ibadah yang berkualitas lahir dari kondisi fisik yang sehat dan hati yang tenang,” jelas Musa.
Guna memastikan keselamatan jemaah, Kemenhaj Papua telah menginstruksikan seluruh jajaran petugas kloter untuk melakukan pendampingan secara intensif. Pemantauan kesehatan dan edukasi mengenai mitigasi cuaca panas terus dilakukan di tiap maktab.
JAYAPURA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Papua, Musa Narwawan, memberikan peringatan tegas kepada seluruh jemaah haji, khususnya asal Papua, untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang saat ini melanda Arab Saudi.
Dalam keterangannya, kepada Cenderawasih Pos, Jumat (15/5), Musa menegaskan bahwa menjaga stamina menjadi kunci utama keberhasilan jemaah dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, terutama saat memasuki fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Hal ini diingatkan Musa, agar jemaah tidak menguras energi pada aktivitas ibadah sunnah yang berlebihan, melainkan mendahulukan ibadah wajib sebagai prioritas utama.
“Kami berpesan kepada seluruh jemaah, khususnya jemaah Papua, agar mampu mengatur ritme aktivitas selama di Tanah Suci. Jangan memaksakan diri pada ibadah-ibadah sunnah yang dapat menguras stamina. Dahulukan ibadah wajib, jaga kesehatan, cukup istirahat, dan simpan tenaga untuk puncak ibadah haji. Ibadah yang berkualitas lahir dari kondisi fisik yang sehat dan hati yang tenang,” jelas Musa.
Guna memastikan keselamatan jemaah, Kemenhaj Papua telah menginstruksikan seluruh jajaran petugas kloter untuk melakukan pendampingan secara intensif. Pemantauan kesehatan dan edukasi mengenai mitigasi cuaca panas terus dilakukan di tiap maktab.