Pemerintah Kota Jayapura, lanjutnya, sangat mengapresiasi peran aktif gereja dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, pelayanan sosial, penanggulangan kemiskinan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Jayapura.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kota tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja.
“Pemerintah Kota Jayapura tidak dapat berjalan sendiri dalam membangun kota ini. Kita membutuhkan jemaat yang sehati. Jika gereja peduli terhadap kebersihan kota, pendidikan anak-anak Port Numbay, dan kesehatan masyarakat, maka kesejahteraan yang kita impikan akan lebih cepat terwujud,” katanya.
Wali Kota juga berharap Klasis GKI Port Numbay terus menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian di Kota Jayapura serta memastikan pelayanan gereja menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan perhatian.
“Tidak boleh ada warga jemaat yang terabaikan. Setiap program gereja harus benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan,” tegasnya.
Menurutnya, Klasis Port Numbay merupakan bagian penting dari sejarah dan wajah Kota Jayapura.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan demi mewujudkan visi pembangunan Kota Jayapura sebagai kota jasa yang berbudaya, religius, maju, mandiri, dan sejahtera menuju Jayapura Emas.
Sementara itu, Ketua Klasis GKI Port Numbay, Andris Tjoe, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan pelayanan gereja yang kini telah memasuki usia 54 tahun.