Tuesday, January 20, 2026
26.1 C
Jayapura

Gelombang Tinggi Mengancam Perairan Utara Papua

JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V melalui Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Utara Papua.

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan. Waspada potensi terjadinya peningkatan ketinggian gelombang akibat angin kencang maximum mencapai 4–30 knot.

“Kondisi tersebut mengancam wilayah perairan seperti Mamberamo–Sarmi, perairan Biak, perairan Serui–Waropen, dan perairan Kepulauan Mapia dalam tiga hari ke depan,” ungkap Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Jayapura, Heri Purnomo, S.Si kepada Cenderawasih Pos dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/1).

Ia mengatakan peningkatan bibit siklon tropis yang terjadi di Samudra Pasifik pada 12 Januari 2026, secara tidak langsung memberikan dampak terhadap perubahan cuaca perairan utara Papua. Yang ditandai dengan peningkatan kecepatan angin, tinggi gelombang laut, serta potensi hujan ringan hingga sedang.

Baca Juga :  Tergiur Keuntungan, Seorang Pemuda Nekat Jadi Penadah Curanmor

Heri menjelaskan peningkatan intensitas bibit siklon tropis kembali terjadi pada, 13 Januari 2026 yang mengakibatkan intensitas cuaca di perairan utara Papua semakin meningkat. Angin bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 4–30 knot.

“Akibatnya tinggi gelombang mencapai 1.25 – 2.5 meter yang berpotensi terjadi di Perairan Jayapura, Perairan Mamberamo–Sarmi, Perairan Biak, Perairan Serui–Waropen, dan Perairan Kep.Mapia. Kondisi ini masih terus terjadi hingga tiga hari kedepan,” ungkap Heri.

Di samping itu kepala Maritim Dok II Jayapura itu mengatakan intensitas akan menurun seminggu ke depan dikarenakan pergerakan Bibit Siklon Tropis 91W yang terus bergerak ke arah barat laut, menjauhi wilayah Indonesia terutama di Papua.

Baca Juga :  GAPKI: Dua Tahun Tak Beroperasi, Izin Perusahaan Sawit Harus Dicabut

JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah V melalui Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan Utara Papua.

Peringatan tinggi gelombang tersebut muncul di perairan utara Papua dikarenakan beberapa hari terakhir terpantau signifikan. Waspada potensi terjadinya peningkatan ketinggian gelombang akibat angin kencang maximum mencapai 4–30 knot.

“Kondisi tersebut mengancam wilayah perairan seperti Mamberamo–Sarmi, perairan Biak, perairan Serui–Waropen, dan perairan Kepulauan Mapia dalam tiga hari ke depan,” ungkap Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Jayapura, Heri Purnomo, S.Si kepada Cenderawasih Pos dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/1).

Ia mengatakan peningkatan bibit siklon tropis yang terjadi di Samudra Pasifik pada 12 Januari 2026, secara tidak langsung memberikan dampak terhadap perubahan cuaca perairan utara Papua. Yang ditandai dengan peningkatan kecepatan angin, tinggi gelombang laut, serta potensi hujan ringan hingga sedang.

Baca Juga :  Sering Hujan, Masyarakat  Diminta Waspada  dan Hati-hati

Heri menjelaskan peningkatan intensitas bibit siklon tropis kembali terjadi pada, 13 Januari 2026 yang mengakibatkan intensitas cuaca di perairan utara Papua semakin meningkat. Angin bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar 4–30 knot.

“Akibatnya tinggi gelombang mencapai 1.25 – 2.5 meter yang berpotensi terjadi di Perairan Jayapura, Perairan Mamberamo–Sarmi, Perairan Biak, Perairan Serui–Waropen, dan Perairan Kep.Mapia. Kondisi ini masih terus terjadi hingga tiga hari kedepan,” ungkap Heri.

Di samping itu kepala Maritim Dok II Jayapura itu mengatakan intensitas akan menurun seminggu ke depan dikarenakan pergerakan Bibit Siklon Tropis 91W yang terus bergerak ke arah barat laut, menjauhi wilayah Indonesia terutama di Papua.

Baca Juga :  Bupati Ajak Masyarakat Manfaatkan Komoditas Pangan Lokal

Berita Terbaru

Artikel Lainnya