​Box Culvert Skyland Berdampak di Perumahan Graha Permai Entrop

   ​Rustan menjelaskan, pembukaan gorong-gorong di bagian atas kawasan Skyland yang diubah menjadi saluran utama menyebabkan air membawa material tanah dan batuan ke area hilir, sehingga berdampak pada perumahan Graha Entrop Permai.

   “Efeknya perumahan di sini mengalami material longsoran yang dibawa oleh arus air. Kita lihat depan perumahan itu ada beberapa endapan-endapan sedimen dari batuan-batuan, pasir, dan kerikil yang dibawa oleh air, sehingga saluran tertutup dan menyebabkan saluran tidak berfungsi,” jelasnya.

  Selain tumpukan sedimen, aliran air di lokasi tersebut juga terhambat oleh keberadaan bangunan rumah dan rumah kos warga yang menghalangi alur pembuangan. Pemkot Jayapura berencana untuk membuka dan melakukan normalisasi kembali alur air tersebut agar berfungsi optimal.

Baca Juga :  Realisasi Pajak Restoran Baru Capai 47,92%

   Sebagai langkah awal penyelesaian masalah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, Pemkot Jayapura langsung menggelar rapat koordinasi teknis bersama jajaran BWS, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, dan dinas terkait pada, Senin (12/10) siang.

  Dalam skema pembagian tugas sementara, Balai Jalan disepakati untuk menangani pembenahan di sepanjang jalan protokol dan jalan utama. Sementara itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) difokuskan untuk menangani limpasan air yang telah dibagikan berdasarkan bersama Dinas PU Kota Jayapura.

  “Diharapkan ke depan ini tidak terjadi lagi bencana yang berulang. Minimal kita bisa penanganan secara keseluruhan, mulai dari hulu di atas sampai dengan ke hilir di bawah biar nanti ini tuntas,” tegas Rustan.

Baca Juga :  CASN dan P3K dari Honorer K2 Diselesaikan Tahun ini

   ​Rustan menjelaskan, pembukaan gorong-gorong di bagian atas kawasan Skyland yang diubah menjadi saluran utama menyebabkan air membawa material tanah dan batuan ke area hilir, sehingga berdampak pada perumahan Graha Entrop Permai.

   “Efeknya perumahan di sini mengalami material longsoran yang dibawa oleh arus air. Kita lihat depan perumahan itu ada beberapa endapan-endapan sedimen dari batuan-batuan, pasir, dan kerikil yang dibawa oleh air, sehingga saluran tertutup dan menyebabkan saluran tidak berfungsi,” jelasnya.

  Selain tumpukan sedimen, aliran air di lokasi tersebut juga terhambat oleh keberadaan bangunan rumah dan rumah kos warga yang menghalangi alur pembuangan. Pemkot Jayapura berencana untuk membuka dan melakukan normalisasi kembali alur air tersebut agar berfungsi optimal.

Baca Juga :  Penyaluran Beras SPHP di Papua Kembali Dihentikan

   Sebagai langkah awal penyelesaian masalah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, Pemkot Jayapura langsung menggelar rapat koordinasi teknis bersama jajaran BWS, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, dan dinas terkait pada, Senin (12/10) siang.

  Dalam skema pembagian tugas sementara, Balai Jalan disepakati untuk menangani pembenahan di sepanjang jalan protokol dan jalan utama. Sementara itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) difokuskan untuk menangani limpasan air yang telah dibagikan berdasarkan bersama Dinas PU Kota Jayapura.

  “Diharapkan ke depan ini tidak terjadi lagi bencana yang berulang. Minimal kita bisa penanganan secara keseluruhan, mulai dari hulu di atas sampai dengan ke hilir di bawah biar nanti ini tuntas,” tegas Rustan.

Baca Juga :  Usai Sertijab, Pj Gubernur Langsung Beri Arahan 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya