Bina Mental dan Iman, Pemkot Lanjutkan Program Umrah

  “Pemerintah selalu hadir melihat seluruh sisi kehidupan masyarakat, termasuk ke Tanah Suci, baik itu ke Mekkah maupun ke Yerusalem,” katanya.

  Abisai berharap perjalanan ibadah selama 12 hari tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan keagamaan semata. Lebih dari itu, pengalaman spiritual yang diperoleh para peserta selama berada di Tanah Suci diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan setelah kembali ke Kota Jayapura.

  Ia mengingatkan para jemaah agar nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama menjalankan ibadah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

   “Ini merupakan kegiatan pembinaan mental dan iman percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Apa yang kita dapatkan di Tanah Suci harus menjadi bagian dari perubahan hidup kita. Kita harus lebih tenang dan membawa nilai-nilai kebaikan itu dalam kehidupan kita,” pesan Abisai.

Baca Juga :  Surplus, Listrik Papua Bisa Dijual ke PNG

   Wali Kota  menegaskan, program pembinaan keimanan tersebut akan terus dilanjutkan Pemerintah Kota Jayapura pada tahun-tahun mendatang. “Program ini akan terus berjalan. Tahun depan tetap kita lanjutkan. Untuk program ke Israel, direncanakan pada Oktober baru mereka berangkat dan tetap kita programkan untuk tahun depan,” jelasnya.

  Program keagamaan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Jayapura tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat mental, keimanan dan karakter peserta. (kim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

  “Pemerintah selalu hadir melihat seluruh sisi kehidupan masyarakat, termasuk ke Tanah Suci, baik itu ke Mekkah maupun ke Yerusalem,” katanya.

  Abisai berharap perjalanan ibadah selama 12 hari tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan keagamaan semata. Lebih dari itu, pengalaman spiritual yang diperoleh para peserta selama berada di Tanah Suci diharapkan mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan setelah kembali ke Kota Jayapura.

  Ia mengingatkan para jemaah agar nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama menjalankan ibadah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

   “Ini merupakan kegiatan pembinaan mental dan iman percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Apa yang kita dapatkan di Tanah Suci harus menjadi bagian dari perubahan hidup kita. Kita harus lebih tenang dan membawa nilai-nilai kebaikan itu dalam kehidupan kita,” pesan Abisai.

Baca Juga :  Pemkot Jayapura Perkuat Transparansi Pengelolaan Keuangan

   Wali Kota  menegaskan, program pembinaan keimanan tersebut akan terus dilanjutkan Pemerintah Kota Jayapura pada tahun-tahun mendatang. “Program ini akan terus berjalan. Tahun depan tetap kita lanjutkan. Untuk program ke Israel, direncanakan pada Oktober baru mereka berangkat dan tetap kita programkan untuk tahun depan,” jelasnya.

  Program keagamaan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Jayapura tersebut diharapkan tidak hanya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat mental, keimanan dan karakter peserta. (kim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya