Wednesday, March 11, 2026
26.4 C
Jayapura

Potensi Cuaca Ekstrem di Papua Masih Berlanjut

JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, mengimbau masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi akan terus terjadi sepanjang Maret 2026. Wilayah Papua Pegunungan yang akan dilanda cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi.

Sementara itu, wilayah lainnya di Papua yang berada di luar zona musim memiliki tipe hujan monsunal satu (1), di mana curah hujan turun secara merata sepanjang tahun.
Secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun.

Sehingga intensitas hujan cenderung meningkat pada periode Monsun Barat dan Asia yang membawa banyak massa udara lembap ke wilayah Papua yang saat ini sedang berlangsung.

Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG Papua, Finnyalia Napitupulu menyebut pada periode Monsun Asia saat ini, potensi peningkatan intensitas hujan cukup tinggi di sebagian besar wilayah Papua dan dapat disertai kilat (petir) serta angin kencang.

Baca Juga :  Perangkat Pengelolaan Retribusi Harus Mulai Disiapkan

Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan pemanasan permukaan yang mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus (awan badai). Selain itu, anomali suhu muka laut di perairan utara Papua terpantau berada pada kondisi positif, yang berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan di wilayah utara Provinsi Papua.

“Pantauan pola angin menunjukkan adanya Bibit Siklon Tropis 95W di Samudera Pasifik utara Papua dan daerah belokan angin di wilayah utara Papua yang berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan intensitas curah hujan,” jelas Finnyalia.

Kondisi ini semakin diperkuat dengan nilai indeks SOI sebesar lebih dari (+10.1), kemudian terpantau juga adanya gelombang Low dan Rossby Equatorial, sehingga secara keseluruhan mendukung proses pembentukan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan.

“Untuk Kota Jayapura, cuaca diprakirakan berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada tanggal 09 – 12 Maret 2026 pada siang dan malam hari,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kopi Asal Papua Pegunungan Diminati hingga Mancanegara

Berdasarkan catatan kejadian cuaca ekstrem di Papua, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan curah hujan serta potensi kilat/petir dan angin kencang. Mengingat kondisi geografis Papua yang didominasi lereng curam juga meningkatkan risiko longsor, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi atau durasi yang panjang.

“Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di lereng gunung atau perbukitan disarankan lebih berhati-hati dan segera menjauhi daerah rawan longsor ketika hujan lebat terjadi,” imbuhnya. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

JAYAPURA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, mengimbau masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi akan terus terjadi sepanjang Maret 2026. Wilayah Papua Pegunungan yang akan dilanda cuaca ekstrem meliputi Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi.

Sementara itu, wilayah lainnya di Papua yang berada di luar zona musim memiliki tipe hujan monsunal satu (1), di mana curah hujan turun secara merata sepanjang tahun.
Secara umum, pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun.

Sehingga intensitas hujan cenderung meningkat pada periode Monsun Barat dan Asia yang membawa banyak massa udara lembap ke wilayah Papua yang saat ini sedang berlangsung.

Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG Papua, Finnyalia Napitupulu menyebut pada periode Monsun Asia saat ini, potensi peningkatan intensitas hujan cukup tinggi di sebagian besar wilayah Papua dan dapat disertai kilat (petir) serta angin kencang.

Baca Juga :  Gereja Berperan Penting Sosialisasikan Pemilu Damai

Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan pemanasan permukaan yang mendorong pertumbuhan awan Cumulonimbus (awan badai). Selain itu, anomali suhu muka laut di perairan utara Papua terpantau berada pada kondisi positif, yang berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan di wilayah utara Provinsi Papua.

“Pantauan pola angin menunjukkan adanya Bibit Siklon Tropis 95W di Samudera Pasifik utara Papua dan daerah belokan angin di wilayah utara Papua yang berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan intensitas curah hujan,” jelas Finnyalia.

Kondisi ini semakin diperkuat dengan nilai indeks SOI sebesar lebih dari (+10.1), kemudian terpantau juga adanya gelombang Low dan Rossby Equatorial, sehingga secara keseluruhan mendukung proses pembentukan awan konvektif dan meningkatkan potensi terjadinya hujan.

“Untuk Kota Jayapura, cuaca diprakirakan berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada tanggal 09 – 12 Maret 2026 pada siang dan malam hari,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cegah Kasus Kebakaran Perlu Sinergitas Semua Pihak

Berdasarkan catatan kejadian cuaca ekstrem di Papua, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan curah hujan serta potensi kilat/petir dan angin kencang. Mengingat kondisi geografis Papua yang didominasi lereng curam juga meningkatkan risiko longsor, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi atau durasi yang panjang.

“Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di lereng gunung atau perbukitan disarankan lebih berhati-hati dan segera menjauhi daerah rawan longsor ketika hujan lebat terjadi,” imbuhnya. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya