Thursday, March 19, 2026
26 C
Jayapura

Libatkan Kader Untuk Lakukan Pengawasan

JAYAPURA-Untuk memastikan peredaran obat-obatan dan makanan di tengah masyarakat aman untuk dikonsumsi, Balai Besar pengawasan obat dan makanan Jayapura (BPOM), telah melibatkan masyarakat melalui kader BPOM hingga di kampung kampung.

   “Pengawasan juga dilakukan dengan melibatkan kader-kader keamanan pangan misalnya di kabupaten kota itu sudah kami bentuk supaya bisa mereka terlibat untuk melakukan pengawasan karena mereka yang paling dekat,” kata kepala BPOM Jayapura, Hermanto, Sabtu (8/3).

   Lanjut dia, pengawasan yang melibatkan kader seperti  pengawasan di desa, di pasar, dan juga di sekolah-sekolah juga melalui Puskesmas-Puskesmas. “Kami juga melibatkan BPOM mobile dengan aplikasi supaya bisa melaporkan artinya keterlibatan masyarakat itu dibutuhkan. Karena kami tidak mungkin bisa melihat sampai ke ujung-ujung kalau tidak ada bantu dari masyarakat. Termasuk media, juga memberikan edukasi kepada masyarakat supaya tersampaikan,”bebernya.

Baca Juga :  Selalu Bersyukur  untuk Semua Kasih Tuhan, Dalam Situasi Seperti ini

   Faktor penyebab pelanggaran di Papua Kalau kami lihat, produk-produk kedaluarsa itu tidak dipungkiri masih tersebar atau diedarkan di daerah-daerah yang masih jauh dari pusat Kota. Adapun di kota, tapi sedikit dan itu karena kelalaian.

   Dia mengatakan, pengawasan  BPOM Jayapura saat ini mencakup  wilayah Papua dan Papua Pegunungan. Pengawasan itu itu dilakukan baik secara luring maupun daring. Di mana kegiatan pengawasannya dilakukan ke sarana-sarana yang memproduksi, yang membuat makanan minuman atau obat berbahan alam.  Itu semua kemudian  dilakukan sertifikasi pengawasan.

   “Kemudian juga dilakukan pengawasan di sarana distribusi  terutama di distributor toko dan swalayan,” tandasnya.

Baca Juga :  Rangkaian Pesta Rakyat Berakhir Malam ini

  SDM BPOM saat ini mengalami keterbatasan karena itu tentunya mereka tidak bisa bekerja sendiri dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Disperindag juga bagian pangan, termasuk di bagian sertifikasi dengan Kementerian Agama.(roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA-Untuk memastikan peredaran obat-obatan dan makanan di tengah masyarakat aman untuk dikonsumsi, Balai Besar pengawasan obat dan makanan Jayapura (BPOM), telah melibatkan masyarakat melalui kader BPOM hingga di kampung kampung.

   “Pengawasan juga dilakukan dengan melibatkan kader-kader keamanan pangan misalnya di kabupaten kota itu sudah kami bentuk supaya bisa mereka terlibat untuk melakukan pengawasan karena mereka yang paling dekat,” kata kepala BPOM Jayapura, Hermanto, Sabtu (8/3).

   Lanjut dia, pengawasan yang melibatkan kader seperti  pengawasan di desa, di pasar, dan juga di sekolah-sekolah juga melalui Puskesmas-Puskesmas. “Kami juga melibatkan BPOM mobile dengan aplikasi supaya bisa melaporkan artinya keterlibatan masyarakat itu dibutuhkan. Karena kami tidak mungkin bisa melihat sampai ke ujung-ujung kalau tidak ada bantu dari masyarakat. Termasuk media, juga memberikan edukasi kepada masyarakat supaya tersampaikan,”bebernya.

Baca Juga :  BTM Ajak  Semua Pihak Jaga Toleransi dan  Keamanan di Papua

   Faktor penyebab pelanggaran di Papua Kalau kami lihat, produk-produk kedaluarsa itu tidak dipungkiri masih tersebar atau diedarkan di daerah-daerah yang masih jauh dari pusat Kota. Adapun di kota, tapi sedikit dan itu karena kelalaian.

   Dia mengatakan, pengawasan  BPOM Jayapura saat ini mencakup  wilayah Papua dan Papua Pegunungan. Pengawasan itu itu dilakukan baik secara luring maupun daring. Di mana kegiatan pengawasannya dilakukan ke sarana-sarana yang memproduksi, yang membuat makanan minuman atau obat berbahan alam.  Itu semua kemudian  dilakukan sertifikasi pengawasan.

   “Kemudian juga dilakukan pengawasan di sarana distribusi  terutama di distributor toko dan swalayan,” tandasnya.

Baca Juga :  Datangi DPRP, Banyak Pengusaha Mengeluh Belum Dibayar

  SDM BPOM saat ini mengalami keterbatasan karena itu tentunya mereka tidak bisa bekerja sendiri dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Disperindag juga bagian pangan, termasuk di bagian sertifikasi dengan Kementerian Agama.(roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya