Wednesday, February 11, 2026
27.2 C
Jayapura

Gereja Mitra Strategis Bangun Papua

JAYAPURA–Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Sinode Keuskupan Jayapura yang resmi ditutup pada Minggu (8/2). Acara penutupan yang berlangsung khidmat di Istora Papua Bangkit tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, yang hadir mewakili Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri.

Gubernur Papua dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Yang Mulia Uskup Keuskupan Jayapura, panitia pelaksana, serta seluruh peserta yang telah menyukseskan agenda besar ini.

Visi Papua Baru yang Maju dan Harmonis

Pemerintah Provinsi menekankan bahwa hasil dari Sinode ini sejalan dengan visi besar daerah. “Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghargaan setulusnya. Sinode ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk bertransformasi menuju Papua Baru yang Maju dan Harmonis,” ujar Aryoko.

Baca Juga :  Sepanjang 2024, 119 WNA Dideportasi

Ia menegaskan bahwa transformasi tersebut hanya dapat terwujud jika pembangunan dilakukan secara menyeluruh dan berkeadilan. Pembangunan tidak boleh hanya terpaku pada infrastruktur fisik, melainkan harus menyentuh lima dimensi krusial, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, spiritual dan sosial sudaya.

Dalam konteks pembangunan tersebut, Pemprov Papua memposisikan Gereja sebagai mitra strategis pemerintah. Ada tiga poin utama yang disoroti dalam kerja sama lintas sektor ini yakni Gereja diakui telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil dan terluar melalui jaringan rumah sakit dan klinik yang menjunjung martabat manusia.

Melalui lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, Gereja telah melahirkan generasi Papua yang beriman dan berdaya saing. Pemerintah berkomitmen memperkuat sinergi ini demi ekosistem pendidikan berkelanjutan.

Baca Juga :  Akun Medsos Relawan Ganjar Pranowo di Papua Hilang

Dan ke depan, Gereja diharapkan terus mendorong pemberdayaan ekonomi umat yang berbasis pada potensi lokal dan kearifan budaya agar masyarakat semakin mandiri.
Referensi Moral Pembangunan. (rel/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

JAYAPURA–Pemerintah Provinsi Papua memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Sinode Keuskupan Jayapura yang resmi ditutup pada Minggu (8/2). Acara penutupan yang berlangsung khidmat di Istora Papua Bangkit tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, yang hadir mewakili Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri.

Gubernur Papua dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Yang Mulia Uskup Keuskupan Jayapura, panitia pelaksana, serta seluruh peserta yang telah menyukseskan agenda besar ini.

Visi Papua Baru yang Maju dan Harmonis

Pemerintah Provinsi menekankan bahwa hasil dari Sinode ini sejalan dengan visi besar daerah. “Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghargaan setulusnya. Sinode ini adalah bagian dari upaya kita bersama untuk bertransformasi menuju Papua Baru yang Maju dan Harmonis,” ujar Aryoko.

Baca Juga :  Asalkan Terapkan Prokes Ketat, Aktivitas Perekonomian Bisa Terus Dilonggarkan

Ia menegaskan bahwa transformasi tersebut hanya dapat terwujud jika pembangunan dilakukan secara menyeluruh dan berkeadilan. Pembangunan tidak boleh hanya terpaku pada infrastruktur fisik, melainkan harus menyentuh lima dimensi krusial, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, spiritual dan sosial sudaya.

Dalam konteks pembangunan tersebut, Pemprov Papua memposisikan Gereja sebagai mitra strategis pemerintah. Ada tiga poin utama yang disoroti dalam kerja sama lintas sektor ini yakni Gereja diakui telah menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil dan terluar melalui jaringan rumah sakit dan klinik yang menjunjung martabat manusia.

Melalui lembaga pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, Gereja telah melahirkan generasi Papua yang beriman dan berdaya saing. Pemerintah berkomitmen memperkuat sinergi ini demi ekosistem pendidikan berkelanjutan.

Baca Juga :  Kurang Sosialisasi, Retribusi Sampah Sangat Rendah

Dan ke depan, Gereja diharapkan terus mendorong pemberdayaan ekonomi umat yang berbasis pada potensi lokal dan kearifan budaya agar masyarakat semakin mandiri.
Referensi Moral Pembangunan. (rel/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya