JAYAPURA – Harapan masyarakat Kota Jayapura untuk memiliki fasilitas penyeberangan jalan yang aman dan layak akhirnya mulai terwujud. Setelah sekian lama dibiarkan rusak parah hingga memicu kekhawatiran publik, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Abepura yang berlokasi tepat di depan SMP YPPK St. Paulus dan SMP Advent Abepura kini resmi memasuki tahap renovasi.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, Selasa (8/9), aktivitas perbaikan fasilitas publik tersebut sudah mulai berlangsung secara bertahap. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama masa perbaikan, pihak pelaksana membatasi akses keluar-masuk area konstruksi. Di setiap sisi pintu masuk JPO telah terpasang spanduk peringatan berisi larangan untuk tidak melintas karena area tersebut masih dalam proses perbaikan.
Terlihat sekitar empat orang pekerja sedang sibuk melakukan penanganan teknis di atas jembatan. Kendati demikian, para pekerja di lokasi enggan memberikan keterangan mendalam terkait rincian target waktu penyelesaian proyek lantaran khawatir salah memberikan informasi kepada media.
Sebelum disentuh perbaikan, kondisi sarana penyeberangan yang membelah jalur utama berarus lalu lintas padat ini berada pada tingkat kerusakan yang sangat mengkhawatirkan. Fasilitas umum tersebut tidak hanya terkesan kumuh, tetapi juga kerap dianggap sebagai “perangkap berbahaya” bagi pejalan kaki, khususnya para pelajar.
JAYAPURA – Harapan masyarakat Kota Jayapura untuk memiliki fasilitas penyeberangan jalan yang aman dan layak akhirnya mulai terwujud. Setelah sekian lama dibiarkan rusak parah hingga memicu kekhawatiran publik, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Abepura yang berlokasi tepat di depan SMP YPPK St. Paulus dan SMP Advent Abepura kini resmi memasuki tahap renovasi.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, Selasa (8/9), aktivitas perbaikan fasilitas publik tersebut sudah mulai berlangsung secara bertahap. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama masa perbaikan, pihak pelaksana membatasi akses keluar-masuk area konstruksi. Di setiap sisi pintu masuk JPO telah terpasang spanduk peringatan berisi larangan untuk tidak melintas karena area tersebut masih dalam proses perbaikan.
Terlihat sekitar empat orang pekerja sedang sibuk melakukan penanganan teknis di atas jembatan. Kendati demikian, para pekerja di lokasi enggan memberikan keterangan mendalam terkait rincian target waktu penyelesaian proyek lantaran khawatir salah memberikan informasi kepada media.
Sebelum disentuh perbaikan, kondisi sarana penyeberangan yang membelah jalur utama berarus lalu lintas padat ini berada pada tingkat kerusakan yang sangat mengkhawatirkan. Fasilitas umum tersebut tidak hanya terkesan kumuh, tetapi juga kerap dianggap sebagai “perangkap berbahaya” bagi pejalan kaki, khususnya para pelajar.