alexametrics
24.7 C
Jayapura
Sunday, May 22, 2022

Pekerjaan Umum Jangan Ganggu Kepentingan Umum

Tampak aktifitas pembongkaran drainase untuk pelebaran jalan di Tanjalan alae alae Waena, di harapkan dikerjakan di malam hari agar tidak macet, Selasa, (7/5) ( FOTO : Noe/Cepos)

JAYAPURA – Pekerjaan pelebaran jalan di tanjakan Ale-ale Padang Bulan sebulan terakhir ini dirasa cukup mengganggu kenyamanan pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut. Bagaimana tidak dengan dioperasikannya alat berat ditambah beberapa truk yang parkir disekitar lokasi nyata-nyata membuat jalur disekitar Ale-ale menumpuk. Terjadi kemacetan panjang jika pada waktu-waktu padat. Pekerjaan ini dianggap menjadi biang lahirnya kemacetan sepanjang Zipur- Perumnas IV Waena. 

 Pihak penanggungjawab pekerjaan diminta memikirkan kembali jam operasional pekerjaan agar tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. 

“Harusnya seperti itu, kami memahami jika yang dilakukan adalah untuk kepentingan umum, tapi sepantasnya tidak justru merugikan masyarakat umum pengguna jalan. Masih ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan terutama saat jam-jam sibuk,” kata Sekretaris Eksekutif Rumah Belajar Papua, Dian Yasmin Wasaraka  melalui ponselnya, Rabu (8/5). 

Baca Juga :  Mancing Maupun Nongkrong Sama – sama Bisa Ditilang

 Ia menyampaikan bahwa tanjakan Ale-ale berada di tikungan dan dengan posisi menikung dengan dua jalur tanpa pembatas dipastikan banyak kendaraan yang akan mengurangi kecepatan. Nah disaat kendaraan melambat kondisi ini diperparah dengan pekerjaan pelebaran jalan. 

“Mengapa tidak dikerjakan malam hari atau dini hari. Saya pikirada banyak yang mengeluh namun tak menyampaikan terkait pelebaran jalan ini. Kalau di malam hari jumlah kendaraan lebih sedikit, tinggal diberi peringatan berupa lampu untuk pengguna jalan tetap berhati-hati, bukannya dari pekerjaan ini justru mengganggu kepentingan umum,” cecar Dian yang hampir tiap hari melintas di lokasi tersebut. 

  Ia khawatir jika terjadi crowdit kemudian melintas mobil pemadam kebakaran atau ambulance yang tergesa-gesa tentunya situasi akan semakin kacau.

Baca Juga :  Kecewa, 177 Warga Binaan Tak Bisa Nyoblos

 “Nah ketimbang  terus menuai protes apalagi akhirnya ada yang jadi korban sebaiknya aktifitas pelebaran jalan ini dilakukan malam hari, toh bukan kali pertama kegiatan infrastruktur jalan dikerjakan malam hari,” pungkasnya. (ade)

Tampak aktifitas pembongkaran drainase untuk pelebaran jalan di Tanjalan alae alae Waena, di harapkan dikerjakan di malam hari agar tidak macet, Selasa, (7/5) ( FOTO : Noe/Cepos)

JAYAPURA – Pekerjaan pelebaran jalan di tanjakan Ale-ale Padang Bulan sebulan terakhir ini dirasa cukup mengganggu kenyamanan pengguna jalan yang melintas di lokasi tersebut. Bagaimana tidak dengan dioperasikannya alat berat ditambah beberapa truk yang parkir disekitar lokasi nyata-nyata membuat jalur disekitar Ale-ale menumpuk. Terjadi kemacetan panjang jika pada waktu-waktu padat. Pekerjaan ini dianggap menjadi biang lahirnya kemacetan sepanjang Zipur- Perumnas IV Waena. 

 Pihak penanggungjawab pekerjaan diminta memikirkan kembali jam operasional pekerjaan agar tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. 

“Harusnya seperti itu, kami memahami jika yang dilakukan adalah untuk kepentingan umum, tapi sepantasnya tidak justru merugikan masyarakat umum pengguna jalan. Masih ada cara lain yang bisa dilakukan untuk menghindari penumpukan kendaraan terutama saat jam-jam sibuk,” kata Sekretaris Eksekutif Rumah Belajar Papua, Dian Yasmin Wasaraka  melalui ponselnya, Rabu (8/5). 

Baca Juga :  Ketua KPU Provinsi Papua Theodorus Kossay

 Ia menyampaikan bahwa tanjakan Ale-ale berada di tikungan dan dengan posisi menikung dengan dua jalur tanpa pembatas dipastikan banyak kendaraan yang akan mengurangi kecepatan. Nah disaat kendaraan melambat kondisi ini diperparah dengan pekerjaan pelebaran jalan. 

“Mengapa tidak dikerjakan malam hari atau dini hari. Saya pikirada banyak yang mengeluh namun tak menyampaikan terkait pelebaran jalan ini. Kalau di malam hari jumlah kendaraan lebih sedikit, tinggal diberi peringatan berupa lampu untuk pengguna jalan tetap berhati-hati, bukannya dari pekerjaan ini justru mengganggu kepentingan umum,” cecar Dian yang hampir tiap hari melintas di lokasi tersebut. 

  Ia khawatir jika terjadi crowdit kemudian melintas mobil pemadam kebakaran atau ambulance yang tergesa-gesa tentunya situasi akan semakin kacau.

Baca Juga :  Pertengahan Desember, Jalan Poros Nafri Difungsikan

 “Nah ketimbang  terus menuai protes apalagi akhirnya ada yang jadi korban sebaiknya aktifitas pelebaran jalan ini dilakukan malam hari, toh bukan kali pertama kegiatan infrastruktur jalan dikerjakan malam hari,” pungkasnya. (ade)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/