JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, berkomitmen melindungi generasi muda, khususnya siswa SMA/SMK setempat, dari ancaman narkoba dan perilaku negatif lainnya melalui pelatihan penguatan karakter (character building).
Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid di Sentani, Kamis, mengatakan program penguatan karakter ini merupakan langkah rehabilitatif dan preventif untuk memulihkan jati diri anak-anak bangsa, khususnya generasi muda di Kota Jayapura, yang terindikasi perilaku menyimpang.
“Sebagai orang tua dan juga pemerintah, kami berpesan agar para siswa menjauhi narkoba sebagai musuh bersama yang merusak fisik, jiwa, dan masa depan,” katanya.
Menurut Majid, untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari narkoba membutuhkan kolaborasi semua pihak, sehingga pihaknya mengajak para guru dan orang tua untuk terus menjadi teladan bagi anak-anak dalam kehidupan setiap hari.
“Pendidikan karakter bukan hanya tugas sekolah, namun peran keluarga dan masyarakat sangat menentukan,” ujarnya.
JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, berkomitmen melindungi generasi muda, khususnya siswa SMA/SMK setempat, dari ancaman narkoba dan perilaku negatif lainnya melalui pelatihan penguatan karakter (character building).
Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jayapura Abdul Majid di Sentani, Kamis, mengatakan program penguatan karakter ini merupakan langkah rehabilitatif dan preventif untuk memulihkan jati diri anak-anak bangsa, khususnya generasi muda di Kota Jayapura, yang terindikasi perilaku menyimpang.
“Sebagai orang tua dan juga pemerintah, kami berpesan agar para siswa menjauhi narkoba sebagai musuh bersama yang merusak fisik, jiwa, dan masa depan,” katanya.
Menurut Majid, untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari narkoba membutuhkan kolaborasi semua pihak, sehingga pihaknya mengajak para guru dan orang tua untuk terus menjadi teladan bagi anak-anak dalam kehidupan setiap hari.
“Pendidikan karakter bukan hanya tugas sekolah, namun peran keluarga dan masyarakat sangat menentukan,” ujarnya.