JAYAPURA- BMKG Wilayah V melalui Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura mencatat selama tahun 2025 terjadi 5.141 gempa bumi di Tanah Papua. “Memang benar 5.141 gempa itu terjadi selama tahun 2025,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura Herlambang Hudha di Jayapura, Selasa
Ia mengatakan gempa tersebut terjadi pada enam provinsi di Tanah Papua. Gempa kekuatan kurang tiga magnitudo, kata dia, terjadi sebanyak 3.799 kejadian. Kemudian gempa kurang dari lima magnitudo sebanyak 1.341 kejadian, dan gempa berkekuatan lebih dari lima magnitudo tercatat 18 kejadian.
Untuk gempa bumi yang terjadi dan merusak, lanjut dia, tercatat dua kejadian dan semuanya terjadi di Kabupaten Sarmi yakni tanggal 12 Agustus berkekuatan 6,4 magnitudo dengan kedalaman 27 kilometer Tenggara dan tanggal 16 Oktober dengan kekuatan 6,6 magnitudo, yang menyebabkan sejumlah kerusakan di wilayah tersebut.
Ia mengatakan wilayah di Pulau Papua merupakan daerah dengan tingkat seismisitas sangat tinggi, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu waspada dengan kondisi lingkungan masing masing.
“Masyarakat juga diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa bumi dan kejadian ikutannya, seperti tsunami, longsor, likuefaksi, dan gagal struktur,” ucap Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura Herlambang Hudha. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
JAYAPURA- BMKG Wilayah V melalui Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura mencatat selama tahun 2025 terjadi 5.141 gempa bumi di Tanah Papua. “Memang benar 5.141 gempa itu terjadi selama tahun 2025,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura Herlambang Hudha di Jayapura, Selasa
Ia mengatakan gempa tersebut terjadi pada enam provinsi di Tanah Papua. Gempa kekuatan kurang tiga magnitudo, kata dia, terjadi sebanyak 3.799 kejadian. Kemudian gempa kurang dari lima magnitudo sebanyak 1.341 kejadian, dan gempa berkekuatan lebih dari lima magnitudo tercatat 18 kejadian.
Untuk gempa bumi yang terjadi dan merusak, lanjut dia, tercatat dua kejadian dan semuanya terjadi di Kabupaten Sarmi yakni tanggal 12 Agustus berkekuatan 6,4 magnitudo dengan kedalaman 27 kilometer Tenggara dan tanggal 16 Oktober dengan kekuatan 6,6 magnitudo, yang menyebabkan sejumlah kerusakan di wilayah tersebut.
Ia mengatakan wilayah di Pulau Papua merupakan daerah dengan tingkat seismisitas sangat tinggi, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu waspada dengan kondisi lingkungan masing masing.
“Masyarakat juga diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa bumi dan kejadian ikutannya, seperti tsunami, longsor, likuefaksi, dan gagal struktur,” ucap Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura Herlambang Hudha. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos