Thursday, March 12, 2026
30.9 C
Jayapura

Ada Dua Agen Travel Resmi, Belum Ada Laporan Jamaah Umrah Papua yang Tertahan

Berdasarkan data yang dihimpun Cenderawasih dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kantor Wilayah Papua, hanya dua agen travel resmi yang bekerja sama dengan pemerintah untuk Penyelenggara Ibadah Haji (PIH) di provinsi Papua.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj dan Umrah Papua H. Musa Narwawan, S.Ag, M.M, kedua travel resmi tersebut, adalah Bir Ali Tour dan Saudara Dua yang saat ini berpusat di Kota Jayapura.

Tugas utama dari agen travel tersebut adalah menyediakan layanan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, mencakup pengurusan dokumen (visa/paspor), tiket pesawat, akomodasi (hotel/tenda), transportasi, serta bimbingan manasik.

Selain itu, para agen travel ini juga bertanggung jawab memastikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran ibadah jamaah dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Baca Juga :  Cegah Polio, Kemenkes Tingkatkan Cakupan Vaksin

“Kalau di Papua hingga saat ini, ada dua travel yang sudah memiliki izin operasional resmi dengan pemerintah yaitu travel Bir Ali Tour dan Saudara Dua. Bukan tidak mungkin ada travel lain, namun mungkin belum memiliki izin resmi dari pemerintah, dalam hal ini kementerian haji dan umrah,” kata Musa.

Terkait dengan itu, Kemenhaj Papua berencana akan melakukan pendataan sejumlah travel yang berpotensi akan berkerjasama dengan pihaknya baik di Provinsi Papua maupun di Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah dan lainnya. Untuk dapat dilakukan pengusulan kementerian pusat.

Sementara itu, terkait dengan data jemaah haji yang masih tertahan di Tanah Suci akibat konflik yang terjadi antara Israel-AS dengan Iran. Musa mengaku belum mendapatkan data secara detail dari agen travel. Namun, Ia percaya dua travel resmi yang bekerja sama dengan pemerintah itu dapat mengakomodir jemaah yang melakukan ibadah umrah.

Baca Juga :  Laporkan Komik Bahasa Melayu Papua yang Sudah Dicetak

Kemenhaj Papua akan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan masyarakat yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

“Kita masih belum mendapatkan data yang detail. Kami terus berkoordinasi agar jemaah yang tertunda kepulangannya tempat-tempat aman dan layak,” Ujarnya

Berdasarkan data yang dihimpun Cenderawasih dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kantor Wilayah Papua, hanya dua agen travel resmi yang bekerja sama dengan pemerintah untuk Penyelenggara Ibadah Haji (PIH) di provinsi Papua.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj dan Umrah Papua H. Musa Narwawan, S.Ag, M.M, kedua travel resmi tersebut, adalah Bir Ali Tour dan Saudara Dua yang saat ini berpusat di Kota Jayapura.

Tugas utama dari agen travel tersebut adalah menyediakan layanan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, mencakup pengurusan dokumen (visa/paspor), tiket pesawat, akomodasi (hotel/tenda), transportasi, serta bimbingan manasik.

Selain itu, para agen travel ini juga bertanggung jawab memastikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran ibadah jamaah dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Baca Juga :  Gencarkan Vaksinasi Setiap Hari

“Kalau di Papua hingga saat ini, ada dua travel yang sudah memiliki izin operasional resmi dengan pemerintah yaitu travel Bir Ali Tour dan Saudara Dua. Bukan tidak mungkin ada travel lain, namun mungkin belum memiliki izin resmi dari pemerintah, dalam hal ini kementerian haji dan umrah,” kata Musa.

Terkait dengan itu, Kemenhaj Papua berencana akan melakukan pendataan sejumlah travel yang berpotensi akan berkerjasama dengan pihaknya baik di Provinsi Papua maupun di Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah dan lainnya. Untuk dapat dilakukan pengusulan kementerian pusat.

Sementara itu, terkait dengan data jemaah haji yang masih tertahan di Tanah Suci akibat konflik yang terjadi antara Israel-AS dengan Iran. Musa mengaku belum mendapatkan data secara detail dari agen travel. Namun, Ia percaya dua travel resmi yang bekerja sama dengan pemerintah itu dapat mengakomodir jemaah yang melakukan ibadah umrah.

Baca Juga :  Ganja 3,7 Kg Dimusnahkan di Depan Tersangka

Kemenhaj Papua akan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan masyarakat yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

“Kita masih belum mendapatkan data yang detail. Kami terus berkoordinasi agar jemaah yang tertunda kepulangannya tempat-tempat aman dan layak,” Ujarnya

Berita Terbaru

Artikel Lainnya