Wednesday, February 11, 2026
25.8 C
Jayapura

Pendapatan Sopir Angkot Merosot Tajam

JAYAPURA-Hadirnya moda transportasi modern dengan sistem online dianggap lebih memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanannya, namun bagi para pelaku usaha atau sopir angkot konvensional menganggap kehadiran transportasi online menjadi momok yang menakutkan.

Seperti diungkapkan salah satu sopir angkot Sudirman bahwa kehadiran transportasi online bak neraka bagi mereka.

“Hadirnya maxim (taksi online) ini, neraka bagi kami yang sopir angkot,”kata Sudirman, salah satu sopir angkot kepada Cenderawasih Pos, di Heram Waena, Kamis (2/1).

Menurut Sudirman, kehadiran Maxim telah menjadikan layanan angkot konvensional ditinggalkan. Akibatnya, pendapatan harian mereka juga merosot tajam.Dia mencontohkan, mengenai tarif angkot bahkan turun karena harus disesuaikan dengan tarif Maxim.

Baca Juga :  Tempati Lokasi Ilegal, Puluhan Pedagang Disomasi

“Misalnya ke Bandara, kalau sebelumnya itu Rp 150 ribu, sekarang Rp 100 ribu saja sudah bersyukur. Karena Maxim lebih murah dan orang lebih pilih maxim, sehingga kita harus menyesuaikan,”ujarnya.

Lanjut dia, untuk pendapatan saat ini, sehari hanya bisa mencapai Rp 200 ribu bahkan kurang dari jumlah tersebut. Mereka bukanya tidak menyoalkan kondisi ini. Beberapa kali demo yang sudah lakukan sejauh ini kepada pemerintah, ternyata belum memberikan pengaruh apa-apa.

Mereka hanya berharap, pemerintah berlaku adil, menentukan batas atas dan ambang bawa besaran tarif angkutan online ini. Sehingga tidak mengorbankan mereka. “Kami hanya minta pemerintah mengatur ulang besaran tarif online ini,”harapnya.(roy/wen)

Angkutan kota tampak mengantri untuk mengambil penumpang di terminal Expo Waena, Kamis (2/1) kemarin. (foto:Mboik Cepos)

Baca Juga :  Penjabat Wali Kota Diminta Tuntaskan Status Hibah Pasar

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA-Hadirnya moda transportasi modern dengan sistem online dianggap lebih memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanannya, namun bagi para pelaku usaha atau sopir angkot konvensional menganggap kehadiran transportasi online menjadi momok yang menakutkan.

Seperti diungkapkan salah satu sopir angkot Sudirman bahwa kehadiran transportasi online bak neraka bagi mereka.

“Hadirnya maxim (taksi online) ini, neraka bagi kami yang sopir angkot,”kata Sudirman, salah satu sopir angkot kepada Cenderawasih Pos, di Heram Waena, Kamis (2/1).

Menurut Sudirman, kehadiran Maxim telah menjadikan layanan angkot konvensional ditinggalkan. Akibatnya, pendapatan harian mereka juga merosot tajam.Dia mencontohkan, mengenai tarif angkot bahkan turun karena harus disesuaikan dengan tarif Maxim.

Baca Juga :  Idul Adha, Momentum Tingkatkan Kepedulian dengan Sesama

“Misalnya ke Bandara, kalau sebelumnya itu Rp 150 ribu, sekarang Rp 100 ribu saja sudah bersyukur. Karena Maxim lebih murah dan orang lebih pilih maxim, sehingga kita harus menyesuaikan,”ujarnya.

Lanjut dia, untuk pendapatan saat ini, sehari hanya bisa mencapai Rp 200 ribu bahkan kurang dari jumlah tersebut. Mereka bukanya tidak menyoalkan kondisi ini. Beberapa kali demo yang sudah lakukan sejauh ini kepada pemerintah, ternyata belum memberikan pengaruh apa-apa.

Mereka hanya berharap, pemerintah berlaku adil, menentukan batas atas dan ambang bawa besaran tarif angkutan online ini. Sehingga tidak mengorbankan mereka. “Kami hanya minta pemerintah mengatur ulang besaran tarif online ini,”harapnya.(roy/wen)

Angkutan kota tampak mengantri untuk mengambil penumpang di terminal Expo Waena, Kamis (2/1) kemarin. (foto:Mboik Cepos)

Baca Juga :  Dulu Mikir Pawon dan Primbon, Kini Mikir Schedule dan Plan B

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya