Pastor mengajak umat di tahun yang baru untuk melihat kembali ke belakang atas tindakan dan pengalaman yang telah dibuat dalam tahun 2025. Umat diajak untuk merenungkan masing-masing atas pengalaman tersebut baik sebagai pribadi, keluarga, di tempat kerja, maupun di komunitas lainnya.
Berbagai pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi tumpuan dasar pijakan setiap umat dalam mengarungi tahun yang baru kedepannya. Menurutnya, meskipun kita masih kesulitan dalam segi ekonomi dan pekerjaan merupakan sebagai titik tolak untuk melangkah maju.
“Terkadang kita menyambut tahun baru dengan mabuk-mabukan, pesta pora, bakar pentasan dan ini memang kelihatan sudah menjadi tradisi. Kita seharusnya membakar kemalasan kita bukan dengan bakar kembang api,” terangnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pastor mengajak umat di tahun yang baru untuk melihat kembali ke belakang atas tindakan dan pengalaman yang telah dibuat dalam tahun 2025. Umat diajak untuk merenungkan masing-masing atas pengalaman tersebut baik sebagai pribadi, keluarga, di tempat kerja, maupun di komunitas lainnya.
Berbagai pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi tumpuan dasar pijakan setiap umat dalam mengarungi tahun yang baru kedepannya. Menurutnya, meskipun kita masih kesulitan dalam segi ekonomi dan pekerjaan merupakan sebagai titik tolak untuk melangkah maju.
“Terkadang kita menyambut tahun baru dengan mabuk-mabukan, pesta pora, bakar pentasan dan ini memang kelihatan sudah menjadi tradisi. Kita seharusnya membakar kemalasan kita bukan dengan bakar kembang api,” terangnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos