alexametrics
32.7 C
Jayapura
Sunday, May 22, 2022

Nyepi di Tengah Pandemi, Kedepankan Toleransi Umat Beragama

JAYAPURA-Selasa (1/3) kemarin, umat hindu di Parisade Pura Agung Surya Bhuvana Jayapura sibuk melakukan persiapan Upacara Mecaru yang bakal dilaksanakan pada Rabu (2/3) hari ini. Selain persiapan Upacara Mecaru, ada juga umat hindu yang datang ke Pura untuk ibadah.

   Pinandita Pura Agung Surya Bhuvana Kota Jayapura Wayan Wira Adnyana, S.Ag menyampaikan, perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1944 tahun 2022 khususnya di masa pandemi covid di Kota Jayapura. Umat hindu melaksanakannya dengan mengikuti petunjuk pemerintah terkait dengan PPKM level 3.

   “Hari Raya Nyepi di masa pandemi covid 19 kami maknai sebagai pelaksanaan ajaran Tattwa Masi untuk mengedepankan toleransi umat beragama, dalam hal ini menjaga kerukunan, ketentraman dan kedamaian,” kata Wayan kepada Cenderawasih Pos, Selasa (1/3).

   Lanjutnya, merayakan Nyepi di tengah pandemi menyikapinya sebagai sebuah wujud untuk berdamai dengan covid. Dalam artian, kedamaian itu berdamai bukan berarti berhenti untuk mencegah covid. Tetapi bagaimana caranya supaya covid cepat berlalu dengan tetap menjaga prokes yang ketat.

Baca Juga :  Sound Man yang Pernah Masuk Dalam Tim Jokowi Namun Sempat Kelaparan

   Selain itu, makna perayaan Nyepi bagi umat hindu adalah sebagai ajang untuk intropeksi diri di perayaan Nyepi. Intropeksi bagaimana cara berkomunikasi untuk diri ataupun orang lain. “Jika ada kesalahan, ada tingkah laku dan komunikasi yang kurang baik, kita evaluasi untuk ditahun baru berikutnya tidak terjadi komunikasi yang salah atau hubungan yang tidak baik, baik sesama manusia, tuhan maupun dengan alam itu sendiri,” terangnya.

   Menurut Wayan, umat Hindu menyambut Nyepi dengan suka cita kendati dengan keterbatasan di masa pandemi. Suka cita tetap berjalan dimana berdamai mengevaluasi diri dengan 4 jalan Catur Brata Penyepian yaitu tidak bepergian atau lelungan, tidak memakan yang berlebihan, tidak menyalahkan api dan tidak boleh bekerja. “Yang terpenting adalah bisa mengendalikan hawa nafsu,” ucap Wayan.

Baca Juga :  Diduga Menjual Miras, Seorang Pelajar Ditangkap Polisi

   Untuk kesiapan nyepi sendiri kata Wayan, secara kelembagaan umat Hindu ada rangkaian pelaksanaan hari raya nyepi yang sudah dilakukan di masa pandemi sesuai edaran dari majelis tingkat pusat. Ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan seperti kegiatan bakti sosial, donor darah, penghijauan.

   “Rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi ada upacara melasti yang sudah kami lakukan di Pantai Holtekamp, kita juga melakukan upacara tawur atau mecaru. Bakal melakukan catur brata penyepian dan terakhir kita melakukan dharma santi,” pungkasnya.

   Semua pelaksanaan akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan termasuk membatasi umat yang akan hadir. (fia/tri)

JAYAPURA-Selasa (1/3) kemarin, umat hindu di Parisade Pura Agung Surya Bhuvana Jayapura sibuk melakukan persiapan Upacara Mecaru yang bakal dilaksanakan pada Rabu (2/3) hari ini. Selain persiapan Upacara Mecaru, ada juga umat hindu yang datang ke Pura untuk ibadah.

   Pinandita Pura Agung Surya Bhuvana Kota Jayapura Wayan Wira Adnyana, S.Ag menyampaikan, perayaan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka 1944 tahun 2022 khususnya di masa pandemi covid di Kota Jayapura. Umat hindu melaksanakannya dengan mengikuti petunjuk pemerintah terkait dengan PPKM level 3.

   “Hari Raya Nyepi di masa pandemi covid 19 kami maknai sebagai pelaksanaan ajaran Tattwa Masi untuk mengedepankan toleransi umat beragama, dalam hal ini menjaga kerukunan, ketentraman dan kedamaian,” kata Wayan kepada Cenderawasih Pos, Selasa (1/3).

   Lanjutnya, merayakan Nyepi di tengah pandemi menyikapinya sebagai sebuah wujud untuk berdamai dengan covid. Dalam artian, kedamaian itu berdamai bukan berarti berhenti untuk mencegah covid. Tetapi bagaimana caranya supaya covid cepat berlalu dengan tetap menjaga prokes yang ketat.

Baca Juga :  Pertama dan Tercepat Serahkan LKPD, Pemkot Jayapura Diapresiasi BPK RI

   Selain itu, makna perayaan Nyepi bagi umat hindu adalah sebagai ajang untuk intropeksi diri di perayaan Nyepi. Intropeksi bagaimana cara berkomunikasi untuk diri ataupun orang lain. “Jika ada kesalahan, ada tingkah laku dan komunikasi yang kurang baik, kita evaluasi untuk ditahun baru berikutnya tidak terjadi komunikasi yang salah atau hubungan yang tidak baik, baik sesama manusia, tuhan maupun dengan alam itu sendiri,” terangnya.

   Menurut Wayan, umat Hindu menyambut Nyepi dengan suka cita kendati dengan keterbatasan di masa pandemi. Suka cita tetap berjalan dimana berdamai mengevaluasi diri dengan 4 jalan Catur Brata Penyepian yaitu tidak bepergian atau lelungan, tidak memakan yang berlebihan, tidak menyalahkan api dan tidak boleh bekerja. “Yang terpenting adalah bisa mengendalikan hawa nafsu,” ucap Wayan.

Baca Juga :  LPMP Akan Diubah Menjadi BPMP

   Untuk kesiapan nyepi sendiri kata Wayan, secara kelembagaan umat Hindu ada rangkaian pelaksanaan hari raya nyepi yang sudah dilakukan di masa pandemi sesuai edaran dari majelis tingkat pusat. Ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan seperti kegiatan bakti sosial, donor darah, penghijauan.

   “Rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi ada upacara melasti yang sudah kami lakukan di Pantai Holtekamp, kita juga melakukan upacara tawur atau mecaru. Bakal melakukan catur brata penyepian dan terakhir kita melakukan dharma santi,” pungkasnya.

   Semua pelaksanaan akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan termasuk membatasi umat yang akan hadir. (fia/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/