Thursday, January 15, 2026
25.2 C
Jayapura

Belum Berpotensi Banjir, Waspadai Puncak Hujan di Februari

JAYAPURA-Prediksi musim hujan untuk wilayah di luar Kota Jayapura akan terjadi sekitar bulan Oktober-November.  Sementara  di Kota Jayapura tidak mengenal musim dan  lebih dominan terjadi musim hujan sepanjang tahun. Sehingga hal ini  juga tidak terlalu berpengaruh dengan  dampak kekeringan global atau cuaca El Nino.

    “Puncak musim hujan diperkirakan di bulan Februari,” kata Sulaiman, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jayapura,  Senin (30/10)

   Dia menjelaskan, terkait dengan kondisi cuaca saat ini yang  kadang hujan dan kadang panas, kata dia merupakan hal yang rutin dan juga polanya  memang seperti itu, namun kadang ada jedanya dan ada hujannya.

Baca Juga :  Dibekali Rantis Telehandler, Samapta Polresta Makin All Out

  Hal ini dikarenakan, faktor geologisnya kawasan kota Jayapura dan sekitarnya yang berbukit-bukit,  kemudian juga ada lembah.  Kemudian banyak juga vegetasi sehingga lebih cenderung bisa menyediakan uap air yang berpotensi menjadi awan hujan.

  “Jadi sumbernya itu tidak hanya dari laut, tetapi juga faktor geografisnya sendiri.  Jadi itulah yang menyebabkan pola musim cuaca di Kota Jayapura dan sekitarnya, kemampuan menyediakan awan hujan sepanjang tahun. Berbeda dengan di bagian Selatan yang tidak memiliki gunung atau bukit,  itu menyulitkan pembentukan awan hujan.  Jadi di selatan itu hanya mengandalkan kondisi dari laut atau faktor eksternal di lokasi tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Pembayaran TPP Diserahkan ke Masing-masing OPD

JAYAPURA-Prediksi musim hujan untuk wilayah di luar Kota Jayapura akan terjadi sekitar bulan Oktober-November.  Sementara  di Kota Jayapura tidak mengenal musim dan  lebih dominan terjadi musim hujan sepanjang tahun. Sehingga hal ini  juga tidak terlalu berpengaruh dengan  dampak kekeringan global atau cuaca El Nino.

    “Puncak musim hujan diperkirakan di bulan Februari,” kata Sulaiman, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jayapura,  Senin (30/10)

   Dia menjelaskan, terkait dengan kondisi cuaca saat ini yang  kadang hujan dan kadang panas, kata dia merupakan hal yang rutin dan juga polanya  memang seperti itu, namun kadang ada jedanya dan ada hujannya.

Baca Juga :  Senang,  Kampwalker Ada Air Lagi

  Hal ini dikarenakan, faktor geologisnya kawasan kota Jayapura dan sekitarnya yang berbukit-bukit,  kemudian juga ada lembah.  Kemudian banyak juga vegetasi sehingga lebih cenderung bisa menyediakan uap air yang berpotensi menjadi awan hujan.

  “Jadi sumbernya itu tidak hanya dari laut, tetapi juga faktor geografisnya sendiri.  Jadi itulah yang menyebabkan pola musim cuaca di Kota Jayapura dan sekitarnya, kemampuan menyediakan awan hujan sepanjang tahun. Berbeda dengan di bagian Selatan yang tidak memiliki gunung atau bukit,  itu menyulitkan pembentukan awan hujan.  Jadi di selatan itu hanya mengandalkan kondisi dari laut atau faktor eksternal di lokasi tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :  Dermaga Abesauw Makin Menyeramkan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya