Sunday, February 22, 2026
26.7 C
Jayapura

Soal Kapiraya, Kepala Suku Mee Imbau Warga Percaya Pada Proses Penyelesaian

MIMIKA – Rangkaian proses penyelesaian tapal batas antara Suku Kamoro dan Suku Mee di Kapiraya saat ini sedang terus diupayakan.  Agar proses ini dapat terus berjalan tanpa adanya hambatan, tentu dibutuhkan adanya sinergitas antara semua pihak, baik pemerintah hingga masyarakat adat.

Dengan begitu, rangkaian proses penyelesaian tapal batas ini dapat tercapai sehingga situasi keamanan yang tetap kondusif dapat tercipta.

Di tengah proses ini, Kepala Suka Besar Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Moyapa, mengimbau kepada semua pihak agar tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang kerap muncul secara tiba-tiba di sosial media.

Ia meminta semua pihak agar tetap tenang, terutama masyarakat adat Suku Mee dan mempercayakan proses yang sementara ini sedang diupayakan.

Baca Juga :  ASN Mimika Terlalu "Gemuk"

“Untuk masyarakat harus menahan diri, tidak boleh mendengar isu-isu, atau ada provokator yang sementara berkembang, dinamika yang sementara berkembang di media dan lain-lain. Harus menahan diri supaya persoalan ini harus benar-benar kita ciptakan daerah ini aman, damai dan sentosa,” ungkap Melkias saat ditemui, Rabu (18/2) malam.

Selama berada di Mimika, Melkias mengaku telah bertemu dan menjalin koordinasi bersama sejumlah tokoh, baik tokoh gereja, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan juga beberapa tokoh lembaga masyarakat adat (LMA).

MIMIKA – Rangkaian proses penyelesaian tapal batas antara Suku Kamoro dan Suku Mee di Kapiraya saat ini sedang terus diupayakan.  Agar proses ini dapat terus berjalan tanpa adanya hambatan, tentu dibutuhkan adanya sinergitas antara semua pihak, baik pemerintah hingga masyarakat adat.

Dengan begitu, rangkaian proses penyelesaian tapal batas ini dapat tercapai sehingga situasi keamanan yang tetap kondusif dapat tercipta.

Di tengah proses ini, Kepala Suka Besar Mee Provinsi Papua Tengah, Melkias Moyapa, mengimbau kepada semua pihak agar tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang kerap muncul secara tiba-tiba di sosial media.

Ia meminta semua pihak agar tetap tenang, terutama masyarakat adat Suku Mee dan mempercayakan proses yang sementara ini sedang diupayakan.

Baca Juga :  Sempat Hilang Kontak, Rombongan Kadistrik Menepi di Amar

“Untuk masyarakat harus menahan diri, tidak boleh mendengar isu-isu, atau ada provokator yang sementara berkembang, dinamika yang sementara berkembang di media dan lain-lain. Harus menahan diri supaya persoalan ini harus benar-benar kita ciptakan daerah ini aman, damai dan sentosa,” ungkap Melkias saat ditemui, Rabu (18/2) malam.

Selama berada di Mimika, Melkias mengaku telah bertemu dan menjalin koordinasi bersama sejumlah tokoh, baik tokoh gereja, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan juga beberapa tokoh lembaga masyarakat adat (LMA).

Berita Terbaru

Artikel Lainnya